Pemkot Surabaya Launching Tiga Jenis Pelayanan Publik

Pemkot Surabaya Launching Tiga Jenis Pelayanan Publik
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melaunching tiga program pelayanan publik andalannya di Balai Kota Surabaya, Senin (10/11/2014).

Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Pemerintah Kota Surabaya kembali meluncurkan tiga jenis Kios Pelayanan Publik di Balai Kota Surabaya, Senin (10/11/2014) pagi. Di antaranya SSW (Surabaya Single Window) khusus untuk perizinan, e-Health untuk layanan kesehatan, dan e-Lampid untuk administrasi kependudukan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan bahwa inovasi terbaru Pemkot Surabaya ini terdiri dari tiga menu utama dengan peruntukan yang berbeda. Intinya, ini merupakan upaya Pemkot Surabaya untuk mempercepat proses pelayanan publik dalam rangka penyelenggaraan good governance.

“Ini teman-teman (SKPD Pemkot Surabaya) yang ciptakan. Kita buat kreasi sendiri dan ternyata bisa. Ini akan sangat memudahkan warga Surabaya. Saya kira, di Indonesia, kita yang pertama kali,” tegasnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/11/2014).

Dalam tiga Kios Pelayanan Publik tersebut, menurut Risma, telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Di antaranya layar touchscreen, keyboard, scanner, dan printer untuk mempercepat proses pelayanan. Termasuk juga penjelasan dalam bahasa jawa dan bahasa Madura demi memudahkan pemahaman warga. Melalui kios tersebut, warga Surabaya dapat melakukan layanan publik secara online sehingga tak perlu mendatangi loket dinas terkait.

Untuk program e-Health sendiri, papar Risma, adallah layanan kesehatan online yang lahir lantaran keprihatinannya saat menyaksikan antrean panjang di rumah sakit. Nah, dengan digagasnya e-Health, warga dapat melakukan pendaftaran secara online sehingga meminimalisir antrean di loket.

Prosedur pendaftarannya pun cukup mudah, pasien penduduk Kota Surabaya datang ke Puskesmas dengan membawa e-KTP, apabila pasien tersebut belum tersimpan datanya (berupa RFID). Pasien memberikan e-KTP kepada petugas untuk dilakukan penyimpanan data, data akan muncul dan petugas cukup mengarahkan pada poli yang dituju. Pada kunjungan berikutnya pasien cukup menempelkan e-KTP pada RFID dan sistem akan otomatis melakukan pencarian.

Pasien penduduk Kota Surabaya datang tanpa membawa e-KTP, menyebutkan nama atau nama dan tanggal lahir atau nama dan alamat, petugas melakukan pencarian data dan penyimpanan dan mengarahkan langsung pada poli yang dituju. Untuk pasien yang datanya sudah ada di Puskesmas, dapat dilakukan edit data untuk melengkapi data pasien tersebut dengan data kependudukan.

Selama ini, alurnya adalah pasien yang berobat dari Puskemas kemudian dirujuk dan didaftar di rumah sakit, pihak rumah sakit kemudian mengirim pasien tersebut ke ruang poli. Bila seperti itu, maka antreannya dua kali.

“Itu kan lama. Ini ndak lagi. Ini dari Puskesmas ndak perlu lagi ke umum, langsung ke poli. Jadi yang sudah masuk di Puskesmas bukan pasien baru lagi, dia sudah pasien lama. Data dari Puskemas bisa dikirim  ke poli masing-masing di rumah sakit. Di poli, data sudah ada karena dikirim dari Puskesmas. Jadi pasien dapat nomor antrean di sini (kios pelayanan) nggak perlu nunggu di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara melalui e-Lampid, warga dapat melakukan pencatatan sipil sehingga tidak perlu mengantri panjang di loket Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Cukup dengan mengakses anjungan Kios Pelayanan Publik, warga dapat melakukan pengurusan administrasi kelahiran, kematian, pindah dan datang.

“Kalau buat akta, ndak perlu datang ke kantor Dispendukcapil karena bisa daftar lewat online. Waktunya juga cepat, tiga hari,” cetus ibu dua anak itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menambahkan, sesuai dengan tujuannya untuk memudahkan layanan publik, maka warga Surabaya akan bisa dengan mudah memanfaatkan keberadaan kios pelayanan publik ini. Kios pelayanan publik dapat diakses di ratusan titik di wilayah Surabaya seperti di kantor kelurahan, kantor kecamatan, Puskesmas, dan kantor SKPD Pemkot Surabaya.

“Total ada 203 kios pelayanan yang akan kita berikan ke seluruh kelurahan, kecamatan dan beberapa Puskesmas. Warga bisa daftar layanan kesehatan dan Lampid serta  perizinan.Teman-teman yang memiliki jaringan internet, bisa akses di rumah, kalau yang tidak punya, bisa memanfaatkan kios layanan ini,” ujar Antiek Sugiharti.

Sebelum meluncurkan program kios pelayanan publik, Risma juga me-launching broadband learning center (BLC) di 10 lokasi. Wali kota lantas melakukan video conference dengan ibu-ibu yang tengah beraktivitas di BLC Kupang Gunung dan BLC Karang Pilang.

Ibu-ibu tersebut lantas mengisahkan pengalaman pertama mereka mengenal komputer dan mengakses internet. Mereka juga berkisah perihal hobi mereka yakni berdagang secara online dengan mempromosikan produk-produk hasil UKM via online. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bu Risma atas perhatian dan kepeduliannya kepada kami,” ujar salah seorang ibu di BLC Karang Pilang. (wh)