Pemkot Surabaya Launching Rumah Curhat Anak

Pemkot Surabaya Launching Rumah Curhat Anak
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharino menghadiri acara Hari Anak Nasional di Surabaya, Jumat (26/9/2014).

Pemkot Surabaya terus menggeber perbaikan pendidikan untuk anak-anak di Surabaya. Seperti yang terlihat, Jumat (26/9/2014) Pemkot Surabaya melaunching program khusus Rumah Sahabat Anak dan Halo Anak di Hotel Empire Palace Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan Rumah Sahabat Anak dan Halo Anak ini sengaja dibuat khusus sebagai bentuk perhatian Pemkot Surabaya kepada anak-anak di Surabaya.

“Kita harus perhatian kepada anak-anak. Karena ancaman terhadap mereka begitu luar biasa beratnya. Kadang mereka tidak tahu kalau mereka sebenarnya terjebak pada permasalahn sosial,” jelasnya.

Rumah yang nantinya bisa dijadikan tempat curhat berbagai permasalahan anak-anak itu menurut Risma sudah dibentuk beberapa waktu yang lalu. Namun untuk menggugah siswa agar mengetahui Rumah Sahabat dan Halo Anak maka launching dilakukan bertepatan pada momen Hari Anak Nasional.

“Kita reminder lagi supaya semua care. Bahwa ada tempat untuk berbagai permasalahan anak. Mereka bisa curhat apapun itu baik melalui telepon maupun datang ke Rumah Sahabat Anak,” jelasnya.

Risma menilai ternyata permasalahan yang dihadapi anak cukup banyak. Meski itu bagi orang dewasa masalah yang sepele, tapi bagi anak itu terkadang masalah yang berat untuk diselesaikannya.

“Kita tidak boleh menganggap itu sepele. Karena itu kita mencoba menjembatani dan mencarikan solusi dengan curhat dari hati ke hati ke anak,” bebernya.

Diceritakan oleh Risma, awal dari program yang menyediakan ruang khusus untuk anak ini dimulai saat ia pernah dicurhati seorang anak.

“Anak itu ibu jarinya hilang separoh karena kena motor. Di berkata bu apa saya bisa sukses? dia tidak percaya diri karena ibu jari yang hilang. Artinya sebenarnya mereka punya banyak masalah yang harus kita tangkap. Kalau tidak, kemudian dia lari ke tempat lain, ini bahaya jika di tangkap orang lain,” katanya.

Karena itu Risma berharap dengan dibukanya Rumah Sahabat Anak dan Halo Anak di surabaya ini nantinya akan menjadi tempat curhat anak surabaya. Agar anak-anak bisa mengeluarkan apa yang terpendam di dalam hatinya.

“Untuk itu, kami mendatangkan ratusan psikoloh dari sejumlah universitas di Surabaya seperti Universitas Airlangga Surabaya (Unair) dan Universitas Surabaya (Ubaya),” bebernya.

Selain itu, sejumlah mahasiswa yang menggeluti duni psikologi juga diminta untuk membantu berbagai cerita bersama anak-anak di Rumah Sahabat Anak maupun Halo Anak. “Anak-anak bisa datang di Balai Pemuda Surabaya jalan Gubernur Suryo Surabaya. Mereka bisa curhat apapun itu semaunya,” terangnya.

Seperti yang terlihat Jumat sore, setelah dilaunching, puluhan siswa tampak antre untuk mencurahkan seluruh isi hatinya kepada psikolog di Halo Anak. Satu di antaranya adalah seperti halnya siswi SMP kelas 3, Luluk yang dipaksa orang tuanya untuk masuk ke SMK.

“Saya inginya masuk SMA. Tapi orang tua nggak suka,” curhat Luluk lalu dijawab psikolog melalui telepon dengan memintanya untuk berkomunikasi dengan orang tua menjelang akan tidur.

Sama halnya dengan Salsa, siswi SMA di Surabaya itu juga dipaksa orang tuanya untuk menjadi dokter dan masuk ke Fakultas Kedokteran. “Padahal saya pengennya masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntasi Negara) Jakarta,” ungkapnya.

“Tuh kan, bisa dilihat sendiri, ternyata banyak yang dikeluhkan siswa. Ternyata siswa butuh tempat untuk curhat dan berbagi. Mereka butuh tempat yang nyaman,” sambung Risma kepada awak media.(wh)