Tunggu Kasasi, Pemkot Surabaya Persilakan Hitung Aset KBS

 

Tunggu Kasasi, Pemkot Surabaya Persilakan Hitung Aset KBS

 

Selain kasus penyimpangan yang dilaporkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga masih menunggu proses kasasi terkait banding yang diajukan pengurus lama Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dikomandani Stany Soebakir.

“Yang jelas, kita akan tanya dulu modalnya berapa Pak Stany Soebakir,” ujar Risma. Kata dia, pihaknya mempersilakan penelusuran apa saja aset milik Stany Soebakir.

Namun, Risma menegaskan, apabila yang dimaksud adalah bangunan dari hasil retribusi dan penjualan tiket, itu bukan termasuk aset. “Kita perlu lihat uangnya itu (yang dituntut Stany Soebakir, Red) didapat dari mana. Lha, kalau dari penjualan tiket, ya sama aja, tho? Jeruk makan jeruk,” timpal wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Untuk diketahui, pada 2010, Kementerian Kehutanan sempat mencabut izin lembaga konservasi yang dimiliki Perkumpulan Taman Satwa dan Flora Surabaya (PTSFS), pengelola KBS lama. Alasannya saat itu karena buruknya pengelolaan KBS. Banyak satwa mati beruntun. Juga kandang-kandang yang tak layak yang ditempati satwa-satwa KBS. Pengelolaan KBS kemudian dipegang Tim Pengelola Sementara yang berada di bawah Kementerian Kehutanan.

PTSFS lantas menggugat Tim Pengelola Sementara dan Kementerian Kehutanan akibat pencabutan izin tersebut. Saat itu, PTSFS yang dipimpin Stany Soebakir ini merasa memiliki andil dalam pengembangan KBS. Maka, pihak pengurus lama itu menuntut sejumlah aset yang telah dihasilkan selama pengelolaannya.(wh)