Pemkot Surabaya Berikan Prosthetic Leg untuk Dua Warga Difabel

Pemkot Surabaya Berikan Prosthetic Leg untuk Dua Warga Difabel

Abdul Manan, warga difabel menjajal prosthetic leg. foto:humas pemkot surabaya

Pemkot Surabaya memberikan prosthetic leg (kaki palsu). kepada dua warga difabel. Mereka, , Mahrus asal Karang Tembok 2/7, RT 8 RW 3 Kelurahan Pegirian. Dia merupakan anggota karang taruna yang mengalami kecelakaan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Satu lagi, Abdul Mannan warga asal Wonokusumo Jaya Gang 5 yang juga mengalami kecelakaan.

Wali kota Eri menyerahkan kaki palsu itu kepada Mahrus. “Dipasang langsung ya, ini ada tim dari Dinkes yang membantu panjenengan. Dipakai tiap hari supaya bisa beraktifitas seperti sedia kala,” katanya.

Erimeminta kepada Mahrus untuk tidak berhenti bersyukur atas apa yang dimiliki, Selain itu, ia juga memberi motivasi dan semangat menyongsong hari esok yang lebih baik dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

“Panjenengan tambahi syukurnya, ini bukan dari saya, tapi dari Allah SWT. Dijaga baik-baik semoga bermanfaat,”urainya.

Eri juga mengajak Mahrus ikut mendoakan agar Surabaya segera terbebas dari pandemi Covid-19. “Mohon didoakan supaya pandemi segera berhenti, supaya roda ekonomi kembali gerak dan warga sehat semuanya, jangan lupa protokol kesehatan (prokes) nggih,” papar dia.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, sebelumnya pemberian prosthetic leg itu sudah melewati tahap pemeriksaan dan percobaan kepada pasien. Dalam prosesnya, Febria mengurai beberapa kali pasien mencoba hingga menemukan ukuran yang paling nyaman.

“Sebelum ini kita sudah melalui proses pengukuran kaki. Kurang lebih sudah 2 bulan. Dia pakai belum enak, ukur lagi. Ini sudah bisa dipakai,” kat Feny, sapaan lekatnya.

Tak hanya itu, setelah dipasang, nantinya, tiap dua minggu sekali petugas akan melakukan kontrol. Kemudian, untuk jadwal pemeriksaan dokter ortopedi akan dilakukan pada bulan pertama dan ketiga pemakaian.

”Jadi butuh penyesuaian tetapi mudah-mudahan bisa segera beradaptasi dengan keadaan baru. Kita Pantau terus,” lanjut dia.

Bagi warga yang mengalami keterbatasan tersebut, dapat langsung bersurat kepada Pemkot Surabaya, Dinkes ataupun ditujukan kepada wali kota. Dari situ akan diproses dan diberikan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun bagi warga Surabaya.

“Silakan, akan kami buatkan gratis. Prosedurnya bersurat nanti akan dapat balasan dari kami,” jelas dia. (wh)