Pemkot Surabaya Bangun SMK Pelayaran

 

Pemkot Surabaya Bangun SMK Pelayaran
Wali Kota Tri Rismaharini bertemu Wakil Gubernur AAL Laksamana Pertama TNI Dedy Yulianto di Balai Kota, Minggu (20/7/2014).

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan kawasan maritim, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera membangun Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Kelautan di Surabaya. Hal itu diungkapkannya saat menerima kedatangan 100 Taruna AAL yang berkunjung ke Balai Kota, Minggu (20/7/2014).

“Sebagai bangsa bahari, warga Kota Surabaya diharapkan agar lebih tertarik kepada laut. Rencananya akhir tahun kami akan bangun sekolah baru di kawasan Balas Klumprik,” ujar Risma.

Ia lalu menjelaskan, SMK Kelautan nantinya dapat mendorong minat dan bakat generasi muda pada dunia maritim. ”Nantinya, SMK Kelautan itu lebih fokus pada teknologi kelautan,” ujarnya.

Ia menjabarkan banyak sekali teknologi kelautan yang belum dimaksimalkan di Surabaya. Mulai dari pengolahan pasca panen hasil laut, olahan hasil laut, dan pemberdayaan kawasan maritim lainnya. “Lautan kita sangat kaya. Sayang sekali kalau diambil bangsa lain karena kita tidak bisa mengolahnya,” terang Risma.

Diceritakannya, selama ini pemkot juga telah memberikan beasiswa kepada siswa di Surabaya untuk masuk ke SMK Pelayaran. “Kami sudah alokasikan untuk beasiswa bagi siswa yang ingin menjadi nahkoda, pengarah kapal, awak kapal, hingga teknik perkapalan,” bebernya.

Sementara itu, kepada para taruna AAL Risma juga berpesan agar menyelesaikan pendidikan hingga lulus. “Memang berat, mentalnya harus kuat. Apalagi nanti jarang melihat daratan. Karena itu saya pesan harus bisa sampai lulus,” harapnya.

Wakil Gubernur AAL Laksamana Pertama TNI Dedy Yulianto juga sepakat dengan langkah Risma tersebut. Dedy juga menjelaskan, AAL memiliki komitmen tinggi dalam mencetak generasi masa depan yang handal.

“Harapan kami, AAL mampu memberikan kontribusi, tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga skala global sehingga kita mampu sejajar dengan bangsa-bangsa maju,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedy membeberkan selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas AAL. Sehingga kualitas pendidikan AAL diperhitungkan di dunia internasional.

“Kami mengajarkan pada anak didik tentang banyak hal, mulai simulasi anjungan kapal, dan membuat smart class. Termasuk juga melengkapi sarana akomodasi taruna dan taruni,” tambahnya.

Selain itu, AAL juga mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan melalui sinergi dengan beberapa perguruan tinggi seperti ITS, Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya Malang.

“Salah satunya dengan membuka diskusi-diskusi bahasa inggris. Kami juga mengikuti konferensi taruna internasional di Jepang,” jelas Dedy.

Disambung Risma, pihaknya mempersilakan bagi Taruna AAL untuk memanfaatkan fasilitas milik Surabaya. Mulai dari skil kecakapan berbahasa asing hingga sarana simulasi kelautan.

“Kalau mau latihan dayung juga sudah ada lawan tandingnya. Di Surabaya, siswa-siswi SMA/SMK Surabaya punya tim dayung dan rutin berlatih,” pungkasnya. (wh)