Pemkot Siapkan Rp 36 M Permak Wajah Dolly

 

Pemkot Siapkan Rp 36 M Permak Wajah Dolly

Pemerintah Kota Surabaya tak mau dianggap setengah-setengah melakukan perubahan lokalisasi Dolly dan Jarak. Pasca deklarasi penutupan di Islamic Center, Rabu (18/6/2014) lalu, Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 36 miliar untuk membersihkan lokalisasi di Kota Pahlawan.

Risma mengaku meminta tambahan anggaran ke DPRD demi mewujudkan rencana alih fungsi Dolly dan Jarak. “Untuk tahun ini Rp 16 milliar, itu untuk Dolly saja. Nanti rumah-rumah penduduk yang selama ini dijadikan tempat prostitusi akan dibeli pemkot dengan nambah Perencanaan Anggaran dan Keuangan (PAK) sebesar Rp 20 milliar pada 2015,” urainya, Jumat (20/6/2014).

Alumnus ITS itu mengungkapkan, sudah ada beberapa pengurus RT dan RW di lokalisasi yang mengajukan perbaikan dan pengadaan penerangan jalan umum. “Kemarin beberapa RT dan RW sudah mengajukan PJU, perbaikan selokan ini kita dulukan. Bahkan saya usahakan dari sisa lelang kita dulukan untuk rehab disitu,” kata Risma.

Risma juga akan mendahulukan rehabilitasi masalah sosial dan ekonomi keluarga dengan memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan warga. Bahkan wali kota perempuan pertama ini akan menyiapkan lahan di Taman Bungkul untuk warga sekitar Dolly untuk buka usaha.

Ia juga mempersilakan warga lokalisasi lain untuk berjualan di lahan yang akan segera di disainnya. “Saya akan bikin sentra PKL. Nanti saya coba desain. Nanti ibu-ibu disitu (Dolly dan Jarak) kan sudah dilatih buat kue, mungkin dari dolly juga bisa jual disitu mungkin lokalisasi lain juga bisa. Kalau jualan kue kan tidak butuh lahan besar itu mungkin akan buat selain itu kita juga buat sentra sentra dikawasan dolly,” ungkapnya.

Selain itu, alumus ITS jurusan arsitektur ini akan memberikan kemudahan izin bagi warga terdampak alih fungsi lokalisasi jika ingin mendirikan usaha lain. “Pasti dan semuanya gratis,” pungkas dia. (wh)