Pemkot Jayapura Adopsi Pengelolaan Lingkungan Surabaya

Pemkot Jayapura Adopsi Pengelolaan Lingkungan Surabaya

foto: humas pemkot surabaya

Kota Surabaya kembali menjadi jujugan kota-kota lain yang ada di seluruh Indonesia terlebih terkait pengelolaan lingkungan. Kali ini Pemerintah Kota Jayapura yang berkesempatan datang secara langsung belajar pengelolaan lingkungan di kota Surabaya. Acara ini dilaksanakan pada Senin (24/2/2020).

Tepat pukul 09.00 WIB Rombongan di sambut langsung di Kantor Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Jalan Raya Menur. Rombongan dipimpin oleh Kepala dinas lingkungan hidup dan kebersihan, Ir. Ketty Kailola, M.Si.

Setelah itu, rombongan menuju Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan pada pukul 10.00 WIB. Disana, rombongan meninjau langsung proses pengolahan daur ulang sampah yang dilakukan.

Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Ondomohen Magersari V, Genteng Surabaya. Perjalanan rombongan diakhiri di lokasi Kampung Lampion Kampung Madura satu lokasi dengan Klenteng Boen Bio.

Dalam kesempatan itu, Ir. Ketty Kailola, M.Si, Kepala dinas lingkungan hidup dan kebersihan menjelaskan, kedatangannya ke Kota Pahlawan Kali ini adalah melihat bagaimana Kota Surabaya dapat mengelola sampah dengan baik.

“Seperti yang kita tahu, kampung-kampung yang ada di Surabaya ini tidak telalu besar, tapi kita bisa lihat semuanya tertata rapi. Nah, jelas ini butih pengelolaan lingkungan yang baik. Inilah yang ingin kami pelajari,” ujar dia.

Ketty menambahkan, selain itu pihaknya juga ingin mengetahui program kader lingkungan yang ada di Kota Surabaya. Menurut dia,cara ini sangat efektif dilakukan di wilayah perkotaan.

“Kami sangat terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Bu Wali Kota Surabaya. Terutama para kader lingkungan yang ada. Kami berharap, hal ini bisa kami lakukan di daerah kami nantinya,” ujarnya menambahkan.

Kota Surabaya dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama sampah telah mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kampung-kampung tematik dan inovatif dengan berbagai keunggulan.

Diantaranya, Ondomohen yang terletak di jantung kota Surabaya dengan icon Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Hidroponik yang digerakkan dengan Solar Cell.

“Lalu ada pengolahan sampah dgn Komposter Aerob dan keranjang Takakura, Bank Sampah, Kumbung Jamur, Sofa dari sampah plastik, Energi Alternatif Terbarukan berupa briket berbahan baku sampah organik,” ujar Adi Candra Motivator Lingkungan (Penyuluh Lingkungan Hidup) Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Surabaya.

Kampung Madura dan Kampung Lampion di Jalan Kapasan Samping yang sangat padat penduduk, namun bisa bergerak peduli terhadap lingkungan dengan beragam inovasi seperti hidroponik, lampion beraneka bentuk dan berdekatan dengan Klenteng Boen Bio.

“Destinasi ini menjadi daya tarik tersendiri, terlebih lewat konsep kampung wisata lingkungan yang telah terbukti sebagai 75 Rukun Warga (RW) terbaik Surabaya Smart City 2019,” kupas dia. (wh)