Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Paten Tari dan Musik Lokal

 

Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Paten Tari dan Musik Lokal

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memfasilitasi pengurusan hak cipta sejumlah produk ekonomi kreatif berbasis seni-budaya. Sejumlah lagu, seni tari, dan alat musik khas Banyuwangi telah selesai pengurusan hak ciptanya di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Total ada 15 lagu khas yang telah selesai pengurusan hak ciptanya. Sertifikatnya tinggal diserahkan ke penciptanya, akan diseremonikan, bisa diserahkan ketika pentas seni daerah yang digelar tiap akhir pekan atau pas peringatan Hari Jadi Banyuwangi,” kata Kepala Seksi Standarisasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi, Agus Suhendro.

Lagu khas itu, kata dia, antara lain “Umbul-Umbul Blambangan” karya Andang Khatib dan Basir Nurdian, “Terang Bulan di Pantai Banyuwangi” karya R. Nofel N.N. El Hakim, “Paran Salah Isun” karya Sutrisno, dan “Kembang Pethetan” karya Andang Khatib dan Basir Nurdian.

“Hak cipta sendiri adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak cipta guna mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk memproduksi atau memperbanyak ciptaan yang dimaksud,” jelas dia.

Ditambahkan Agus, pada 2014, telah ada 6 lagu yang diajukan hak ciptanya. Lagu tersebut semua karangan R. Novel. “Kami membuka pintu fasilitasi bagi para musisi Banyuwangi yang akan mengajukan hak cipta,” kata Agus.

Tak hanya lagu, produk budaya Banyuwangi juga sudah ada yang telah mendapatkan hak cipta, yaitu tiga tari khas Banyuwangi dan satu kerajinan alat musik. “Tiga tarian itu adalah tari jejer gandrung, pertunjukan gandrungan, dan jejer jaran dawuk yang sudah mengantongi hak cipta atas nama seniman Sumitro Hadi. Untuk alat musiknya adalah adalah seruling seruit bhit yang berasal dari bambu karya seniman asal Kecamatan Glenmore, yaitu Bambang Hariyanto,” ujar Agus.

Selain lagu, Pemkab Banyuwangi berupaya memfasilitasi hak cipta atas sejumlah produk seni-budaya berbasis batik. “Beberapa motif sedang kami urus. Masih dibikin kajiannya sebagai bagian dari syarat pengurusan hak cipta,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk pengurusan hak cipta sejumlah produk ekonomi kreatif berbasis seni-budaya itu, Pemkab Banyuwangi telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM. (bst/ram)