Pemkab Banyuwangi Bangun Kawasan Industri 2,2 Hektar

Pemkab Banyuwangi Bangun Kawasan Industri 2,2 Hektar

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berencana membangun kawasan industri. Namanya, Banyuwangi Industrial Estate (BIE). Lahan mati seluas 2.200 hektar telah disiapkan.

“Pengembangan ini untuk mendorong pertumbuhan sektor industri. Untuk tahun 2013 belum tuntas kita hitung pertumbuhannya, untuk tahun 2012 pertumbuhannya mengalami kenaikan dari 7,02 menjadi 7,29 persen,” paparnya, Selasa (14/1/2014).

Lokasi yang bakal dibangun kawasan industri BIE tersebut terbagi dalam dua wilayah, yakni di Desa Bangsring (91 hektar), Desa Alas Buluh (600 hektar),  dan lahan milik PTPN (2.289,08 hektar). Lahan ini tengah dilakukan penjajajagkan bersama PT Pelabuhan Indonesia III yang dijadikan kawasan dermaga.

Dari paparan yang disampaikan Pemkab Banyuwangi dari dua lokasi pengembangan tersebut terbagi dalam beberapa sektor pengembangan. Untuk Desa Bangsring ada enam bagian yang akan dikembangkan. Pertama, kawasan industri (seluas 54,6 hektar), komersial (4,55 hektar)), perumahan (4,55 hektar), Ruang Terbuka Hijau (9,1 hektar), jalan dan saluran (10,92 hektar), dan fasilitas penunjang lainnya (7,28 hektar). Sedangkan di Desa Alas Buluh sudah tersdia 600 hektardan tanah milik PTPN.

Dari kawasan di Desa Bangsring ini sudah meliputi pergudangan, pusat bisnis seperti perkantoran dan pertokonan, pengemasan seperti ikan dan produk industri lainnya.

“Banyuwangi kerap dijadikan transit maupun tempat pengemasan barang untuk didistribusikan ke Indonesia Timur. Potensi ini yang akan kita tangkap agar banyak industri yang berinvestasi di kawasan industri tersebut,” lanjutnya.

Untuk menunjang kawasan industri Banyuwangi Industrial Estate ini, pemkab telah menyediakan Waduk Bajulmati yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Waduk tersebut dibangun diatas lahan 155 hektar dengan jaminan bisa memberi pasokan air baik untuk kebutuhan keluarga, pertanian, maupun industri.

Data yang disampaikan Pemkab Banyuwangi, Waduk Bajulmati mampu menghasilkan 50 liter setiap detiknya. Alokasi air itu untuk kebutuhan industri di Kecamatan Wongsorejo dan pelabuhan di Banyuwangi. Hanya saja sejauh ini Azwar Anas belum bersedia memberikan detail alokasi investasi yang dianggarakan untuk pembangunan Banyuwangi Industrial Estate ini. (wh)