Pemerintah Pusat Minati MRT Surabaya

Pemerintah Pusat Minati MRT Surabaya

Rencana Surabaya merealisasikan megaproyek Mass Rapid Transit (MRT) bukan hanya mendapat respons dari pengusaha. Pemerintah pusat juga memberi perhatian dan berniat mendapat proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp 8,8 triliun.

“Awalnya pemerintah pusat tidak tertarik dan tidak berniat mendanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setelah melihat kesungguhan dan keseriusan Pemkot Surabaya, kini pemerintah pusat tertarik dan bersedia mendanainya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Agus Imam Sonhaji kepada wartawan usai penandatanganan kontrak kerja SKPD bersama wali kota, Rabu (5/2/2014).

Agus menegaskan, dari awal pemkot memang menargetkan proyek MRT Surabaya didanai dari APBN. Namun pemkot tak jua mendapat kepastian. Ini kemudian menjadikan pemkot menjaring investor untuk mau mendanai proyek MRT Surabaya.

Bahkan, sambung dia, pemkot sudah mengundang investor dan melakukan perundingan dengan mereka terkait proyek MRT Surabaya. “Tapi beberapa waktu lalu, kami melakukan pertemuan dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Mereka mengatakan bahwa tertarik dengan proyek tersebut dan bersedia mendanainya,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, Bappenas belum secara resmi atau belum dilakukan MoU dengan pemkot. “Belum secara resmi, tapi kami akan terus mengupayakan dan mendiskusikan kerjasama ini. Jadinya nanti semua proyek dilakukan oleh pusat, kami hanya turut melakukan pemantauan, dan menerima jika sudah jadi,” jelasnya.

Untuk investor yang selam ini sudah diajak berdiskusi untuk melakukan kerjasama. Sebab, proyeknya itu akan diambil alih pusat. Investor tersebut akan diusulkan menjadi rekanan dalam pembangunan proyek tersebut.

“Yang penting dalam waktu dekat segera dilakukan penandatanganan kesepakatan secara resmi dan proyek MRT Surabaya tersebut segera dilakukan. Sejauh ini yang perlu dipersiapkan adalah membahas desain dan konsep pembangunan sehingga jelas progres ke depannya,” tegas Agus.(wh)