Pemerintah Perlu Dorong Pemakaian Biofuel Berbahan Sawit

 

Pemerintah Perlu Dorong Pemakaian Biofuel Berbahan Sawit

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mendorong pemerintah untuk memanfaatkan biofuel  berbahan dasar minyak sawit  untuk dicampur dengan solar hingga 20 persen. Hingga kini, pemerintah telah mewajibkan PT Pertamina  untuk mencampur biofuel dengan solar hingga 10 persen (mandatori) untuk bahan bakar minyak solar yang diproduksinya.

“Saat ini, mandatori untuk penggunaan biofuel sebagai campurtan solar memang baru 10 persen. Kita mendorong ditingkatkan hingga 20 persen,” ujar Ketua Umum Aprobi M.P. Tumanggor kepada pers di Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Dia mengakui untuk menuju penggunaan biofuel dengan  solar hingga 20 persen membutuhkan kajian mendalam terkait dampak yang ditimbulkannya. “Saat ini, BPPT telah melakukan kajian itu bisa diberlakukan. Toyota juga telah melakukan kajian itu,” katanya.

Tumanggor mengingatkan bahwa peningkatan manadatori penggunaan bio fuel dalam campuran minyak solar sangat penting karena bahan bakunya banyak ditemui di dalam negeri.

“Selain menekan impor BBM yang membutuhkan devisa sangat besar, peningkatan penggunaan biofuel dalam campuran solar juga akan memberikan peluang tenaga kerja di dalam negeri,” katanya.

Dia menyebutkan, dengan  mewajibkan penggunaan bio fuel 10 persen dalam campuran solar yang dipasarkan PT Pertamina, maka total kebutuhan penggunaan biofuel sekitar 3- 3,5 juta ton biofuel.

“Bila mandatori ditingkatkan hingga 20 persen kebutuhan naik menjadi 6-7 juta ton. Itu artinya akan menghemat devisa hingga USD 6 miliar per tahun. Itu jumlah yang sangat besar,” katanya.

Mengenai kesiapan pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan bio fuel untuk kebutuhan Pertamina yang akan mencamprnya dengan solar, Tumanggor mengatakan tidak ada masalah. “Saat ini, produksi CPO Indonesia mencapai 30 juta ton,” katanya.

Dia mengakui hingga kini belum banyak produsen sawit mau masuk ke sektor biofuel karena harga yang ditawarkan pemerintah belum memberikan keuntungan yang baik. “Itu yang terus kita perjuangkan,” kata Tumanggor. (wh)