Pemerintah Ingin Goyang Kekompakkan KPK

Pemerintah Ingin Goyang Kekompakkan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto curiga pemerintah sengaja ingin menggoyang kekompakan lembaganya. Kecurigaan itu muncul lantaran pemerintah berkukuh membentuk dan menjalankan panitia seleksi pengganti Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.

“Upaya kami mempercepat pemberantasan korupsi pasti terganggu kalau ada yang tiba-tiba masuk sebagai pimpinan KPK. Tapi kalau memang maksudnya ingin mengganggu ritme, ya silakan saja,” kata Bambang.

Menurut Bambang, siapapun orang yang menggantikan Busyro bakal memerlukan waktu untuk beradaptasi. “Dan itu pasti mengganggu ritme,” ujar Bambang.

Busyro bakal mendahului empat komisioner lain dalam mengakhiri masa jabatan, yaitu pada 10 Desember 2014. Busyro, yang juga mantan Ketua Komisi Yudisial, masuk KPK menggantikan ketua periode sebelumnya, Antasari Azhar, yang menjadi terpidana kasus pembunuhan Nazruddin Zulkarnaen, Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran. Sedangkan jabatan empat komisioner yang lain berakhir pada 14 Desember 2014.

Sebagaimana dimuat di laman resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Juli 2014 menandatangani Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. Panitia itu akan mencari pengganti Busyro yang diketuai Menteri Amir Syamsuddin.

Hingga kini, baru dua orang yang mendaftarkan diri sebagai pengganti Busyro. Keduanya yaitu Maju Darianto Hutapea dan Denny Suriandhi. Keduanya asal swasta. (tmp/ram)