Pemerintah Harus Manfaatkan Industri Strategis

Pemerintah Harus Manfaatkan Industri Strategis

 

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Indonesia mempunyai peluang besar dalam hal keunggulan atau keuntungan absolut, yakni melalui industri strategis. Pemerintah harus memanfaatkan peluang ini dan mempersiapkan secara baik.

Demikian salah satu penekanan yang mengemuka dalam diskusi bertema ”Menakar Indonesia Pasca Kepemimpinan SBY” yang digelar Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Wilayah Jabar, di Grha Kompas Gramedia, Bandung, Minggu (2/3/2014).

Ekonom dari Universitas Padjadjaran Kodrat Wibowo mengatakan, dilihat dari produk perdagangan secara umum, seperti produk pertanian, tingkat persaingan Indonesia dengan sejumlah negara ASEAN lemah.

Selain itu, mencari keunggulan absolut di antara negara ASEAN juga relatif sulit, apalagi dari sejumlah aspek, baik aspek budaya, demografi, maupun kebiasaan, umumnya hampir sama.

”Namun dari sektor industri strategis, Indonesia tidak ada lawan. Indonesia memiliki keunggulan absolut, seperti di industri pertahanan, baja, ataupun industri penerbangan melalui PT Pindad, PT Krakatau Steel, PT PAL Surabaya, dan PT Dirgantara Indonesia,” kata Kodrat.

Menurut Kodrat, skala ekonomi industri ini perlu diperluas dan profesionalisme harus ditingkatkan. Hal ini harus dipersiapkan betul, bahkan hingga hal mendetail. Yang dituntut bukan hanya soal kemampuan produksi, kapasitas, dan kapabilitas, melainkan juga perangkat hukum, termasuk jaminan purnajual dan opsi kontrak jual beli.

Kodrat menekankan pula pentingnya pada pemerintahan baru tahun 2014 agar dapat menjamin iklim bisnis yang stabil dan nyaman melalui regulasi yang jelas.

Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute Jalu Priambodo mengatakan, presiden tak cukup dipilih karena melihat figur, tetapi juga kebijakannya. Tim sang calon presiden juga perlu dilihat, sejauh mana kredibilitas dan kapabilitasnya. (kps/bh)