Pemerintah Harus Mampu Wujudkan Zero Accident dalam Mudik 2016

Pemerintah Harus Mampu Wujudkan Zero Accident dalam Mudik 2016

AKBP Harri Sindu Nugroho, Kabag Binops Dirlantas Polda Jatim dan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult pada acara Persperctive Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/6/2016) – foto: arya wiraraja/enciety.co

Kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas dalam pelaksaan mudik Lebaran 2016. Karena itu, seluruh pihak seperti aparat kepolisian, petugas perhubungan dan DLLAJ, petugas pekerjaan umum, dan lain sebagainya harus mampu mewujudkan zero accident seperti yang ditargetkan pemerintah.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Pesrpective Dialogue yang digelar di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/6/2016).

“Contohnya penentuan tempat-tempat yang nantinya bakal menjadi titik–titik rawan kemacetan, rawan bencana, peta mudik, hingga peta jalan-jalan alternatif telah dipersiapkan sebagai pemandu pemudik,” ujarnya.

Menurut Kresnayana, diperkirakan ada 70-80 juta orang yang nantinya akan mudik Lebaran 2016 di Pulau Jawa. Sisanya, ada sekitar 20 juta hingga 25 juta orang bergerak atau melakukan tradisi mudik di luar Pulau Jawa.

Kata dia, untuk angkutan umum tercatat ada sekitar 4,5 juta orang yang bakal melakukan tradisi tahunan tersebut. Sedangkan untuk angkutan pribadi diprediksi ada 2,5 juta orang.

“Namun untuk pengguna sepeda motor diprediksi ada 7 juta hingga 8 juta orang,” ungkap pakar statistika ITS Surabaya itu.

Dia juga menjelaskan, puncak arus mudik bakal terjadi antara tanggal 1 Juli hingga 7 Juli 2016. Sedangkan untuk arus balik bakal terjadi tanggal 7 Juli hingga 15 Juli 2016.

Dalam kurun waktu tiga tahun ini, angka kecelakaan yang terjadi saat tradisi mudik terus menurun. “Pada tahun 2014 ke tahun 2015 angka kecelakaan turun 21 persen. Untuk angka kecelakaan tahun 2015 yang lalu ada sekitar 3000 kasus dan memakan korban jiwa kurang lebih 700 orang yang terjadi saat pelaksanaan tradisi mudik,” terangnya.

Pada tahun ini, dengan adanya pengoptimalan infrastruktur, angka-angka tersebut dapat terus berkurang. “Jika persiapan yang dilakukan semakin panjang dan sarana infrastruktur semakin siap, maka kami sangat berharap angka kecelakaan dapat terus turun,” papar dia.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah menargetkan pada 28 hingga 30 juni 2016 mendatang seluruh infrastruktur yang ada telah berfungsi secara maksimal. (wh)