Pemerintah Perlu Dorong Usaha Rumput Laut

Pemerintah Perlu Dorong Usaha Rumput Laut

Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menilai langkah pemerintah untuk mendorong hilirisasi usaha rumput laut masih memerlukan perencanaan matang.

Kebutuhan rumput laut awalnya datang dari permintaan luar. Selama ini, industri nasional belum mampu menyerap rumput laut sehingga harus diekspor, kata Ketua ARLI Safari Azis dalam keterangan persnya, Jumat (24/1/2014).

“Daya saing industri dalam negeri masih rendah jika dibandingkan dengan industri luar negeri meskipun Indonesia dikenal sebagai pengekspor bahan baku rumput laut,” katanya.

Menurut dia, selain mendorong hilirisasi usaha rumput laut, pemerintah seharusnya juga memperhatikan sisi lain, yakni peluang ekspor yang potensial dari komoditas rumput laut.

“Kita harapkan industri usaha rumput laut jalan, ekspornya juga tetap jalan,” kata dia.

Hingga Oktober 2013, kata dia, ekspor rumput laut Indonesia mencapai 147.052 ton dengan nilai 132,48 juta dolar AS.

Industri dalam negeri terkadang mengeluh dengan tingginya harga bahan baku sehingga sulit bersaing dengan para pelaku ekspor. Oleh karena itu, kata Safari, perlu dibangun pasar dalam negeri agar hasil olahan ekspor bisa bersaing dari segi harga dan kualitasnya.

Menurut dia, agar berdaya saing, industri usaha rumput laut perlu memiliki kejelasan sistem, mulai dari pembudidayaannya, sistem bahan baku, perdagangannya, logistik hingga perizinan industrinya.

Saat ini perizinan industri pengolahan rumput laut cenderung disulitkan karena harus memiliki 14 macam surat izin yang dikeluarkan oleh kementerian/lembaga berbeda-beda sehingga menyebabkan biaya tinggi dan tidak efisien.

“Proyek pemerintah dalam industri pengolahan rumput laut jalan di tempat karena perencanaannya tidak matang, tidak ekonomis, dan tidak ada akses pasar. Kita harapkan Pemerintah bisa lebih bijaksana mengambil langkah-langkah yang tepat,” katanya. (ant/bh)