Pemerintah Dorong UMK Berbadan Hukum

Pemerintah Dorong UMK Berbadan Hukum

Pemerintah berupaya mendorong pengusaha mikro atau usaha kecil menengah (UKM) mendapat status hukum. Hal ini diperlukan untuk kemudahan kredit dari perbankan yang kerap dikeluhkan.

Hal itu ditegaskan Deputy Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo, Senin (13/1/2014).  “Hingga Desember 2013 kearin baru tercatat 17 persen dari total 56 juta UKM. Catatan ini masih rendah dan tahun ini kita harapkan meningkat menjadi 23 persen. Tapi bila perlu, ya sebanyak mungkin,” kata Braman Setyo.

Mantan Kepala Dinas Koeprasi dan UKM Jawa Timur itu mengakui banyak kelemahan yang dihadapi pengusaha mikro. Salah satu ancaman paling ditakuti adalah masalah pajak. Padahal dengan berstatus badan hukum, UKM mendapat kemudahan kredit dari bank.

Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur R. Suroso menjelaskan, bila UKM belum berbadan hukum sulit mendapat kemudahan kredit. Sebab, pihak bank juga harus mengeluarkan skim sesuai dengan kebutuhan debitur. “Bagaimana kami bisa mengeluarkan jaminan kredit, kalau tidak ada status hukum dari perusahaan kecil yang didirikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Enterprise and Business PT Telekomunikasi Indonesia, Muhammad Awaludin, menyebut total market teknologi informasi di segmen UKM sekitar Rp 17 triliun. Sementara secara nasional jumlah UKM telah mencapai tak kurang dari 56,5 juta unit.

“Dari UKM yang sudah memanfaatkan teknologi informasi, 70 persennya baru memanfaatkan handphone. Sedangkan 30 persen sudah memanfaatkan perangkat lain yang lebih mendukung,” ungkap Awaluddin.

Dari yang 30 persen itu, Telkom mengambil market share sekitar 51 persen, dan sisanya provider lain non-Telkom.

Tahun ini, Telkom berencana meningkatkan infrastruktur teknologi informasi di kawasan-kawasan yang menjadi sentra UKM. Salah satu realisasinya adalah mengganti kabel tembaga dengan serat optik. Dengan demikian, akses internet bagi para pelaku UMKM bisa menjadi lebih stabil.

Sepanjang 2014, Telkom menargetkan penggantian kabel tembaga di seratus sentra industri UKM di seluruh Indonesia. Selain itu, PT Telkom juga mendorong upaya perluasan channel (jaringan) layanan, sosialisasi dan pelatihan bagi para pelaku UMKM, serta penyediaan akses pembiayaan yang melibatkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

“Untuk tahun ini kami fokus dulu ke pengembangan infrastruktur jaringan. Salah satunya, penggantian kabel tembaga menjadi fiber optik dari 10 juta menjadi 20 juta. Hingga akhri tahun lalu sudah ada yang berganti sebagian,” pungkas Awaluddin. (wh)