Pemerintah Beri PSO KA Rp 1,224 T

Pemerintah Beri PSO KA Rp 1,224 T
Hermanto Dwiatmoko, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan

 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapat publik service obligation (PSO) 2014 untuk mengangkut orang dengan kereta api kelas ekonomi Rp 1,224 triliun. Jumlah ini lebih besar dibanding PSO 2013 sebesar Rp 704 miliar.

Pemberian PSO oleh Kementerian Perhubungan kepada PT KAI tersebut diteken Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko dengan Dirut PT Kereta Api Ignasius Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin (3/3). Acara sempat tertunda sekitar 25 menit karena keterlambatan Jonan ke tempat acara.

Hermanto menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, PSO yang diberikan kepada PT KAI terus meningkat. Tahun 2011, jumlahnya Rp 535 miliar, tahun 2012 Rp 670 miliar dan tahun 2013 menjadi Rp 704 miliar. “Dan tahun 2014 ini sebesar Rp 1,224 triliun,” tegas dia.

Hermanto lalu menjelaskan, perincian dana Rp 1,224 triliun tersebut dipergunakan untuk Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh dengan 11 lintas pelayanan dan 22 frekuensi per hari dengan jumlah tempat duduk untuk 1 tahun sebanyak 2.895.550 tempat duduk.  

“Untuk Kereta Ekonomi Jarak Sedang dengan 9 lintasan pelayanan dan 24 frekuensi per hari dengan jumlah tempat duduk selama 1 tahun sebanyak 4.044.150 tempat duduk,” terang Hermanto.

Kereta Ekonomi Jarak Dekat atau lokal dengan 27 lintasan pelayanan dan 90 frekuensi per hari dengan jumlah tempat duduk 1 tahun sebanyak 22.463.450 tempat duduk. Selanjutnya Kereta Rel Diesel (KRD) Ekonomi dengan 10 lintas pelayanan dan 34 frekuensi per hari dengan jumlah tempat duduk sebanyak 4.620.520 selama 1 tahun.

Selain kereta api ekonomi, pemerintah pada tahun 2014 ini juga mensubsidi pada KA Prameks (Solobalapan–Kutoarjo), KA Prameks (Solobalapan–Jogjakarta)  KA Sriwedari AC (Jogjakarta – Solobalapan), KA Sriwedari Non AC (Solobalapan – Jogjakarta), KA Sriwedari Non AC (Solobalapan – Kutoarjo) dan KA Kertalaya (Kertapati – Indralaya).

KRL Jabodetabek dengan 13 lintasan pelayanan dan 561 frekuensi per hari juga mendapat subsidi, yaitu untuk 300.282.696 tempat duduk selama 1 tahun. Tidak ketinggalan subsidi untuk KA  Ekonomi lebaran dengan 7 lintasan pelayanan dan 14 frekuensi per hari dengan 186.432 tempat duduk untuk 1 tahun.

Subsidi tarif penumpang kereta api untuk kereta kelas ekonomi jarak jauh dan sedang akan mulai berlaku pada 1 April 2014. Sementara untuk penumpang kereta komuter sudah menggunakan tarif subsidi sejak Januari 2014.

Dikatakan Hermanto, pemberlakuan tarif subsidi penumpang  kereta kelas ekonomi jarak jauh dan menengah baru bisa dilaksanakan bulan April 2014, karena kontraknya baru ditandatangani hari ini.

“Keterlambatan penandatanganan kontrak PSO, karena belum adanya Direktur Jendral Perkeretaapian Kemenhub  definitif, sehingga belum ada pejabat yang menandatanganinya,” kata Hermanto yang baru dilantik sebagai Dirjen Perkeretaapian menggantikan Tundjung Inderawan, Kamis lalu.

Untuk PSO 2015, ia berharap bisa ditanda tangani pada akhir bulan Desember 2014, sehingga subsidi tarif penumpang kereta kelas ekonomi jarak jauh dan regional bisa berlaku mulai 1 Januari 2015.

“Untuk PSO tahun depan kami berharap bisa berlaku di bulan Januari,” ujar Hermanto.(wh)