Pemerintah Bakal Impor Sapi Indukan

Soal Impor Sapi, Disnak Jatim Tidak Konsisten

Tidak hanya mengimpor sapi bakalan, Pemerintah juga akan segera melakukan impor untuk sapi indukan. Hal ini dikarenakan kurangnya populasi sapi yang ada di Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, mahalnya harga sapi dikarenakan kurangnya pasokan dalam negeri. Untuk itu, Pemerintah telah menyepakati untuk melakukan impor sapi bakalan maupun indukan. “Memang angkanya belum final. Perlu satu kali rapat teknis. Tapi kita sudah mulai punya gambaran. Kelihatannya bukan hanya memerlukan impor sapi bakalan, tapi juga sapi indukan karena populasinya turun,” kata Darmin usai rapat koordinasi (rakor) di kantornya, Jakarta.

Dia mengaku, dengan mengimpor sapi indukan diharapkan, populasi sapi dapat seperti pada 2012 lalu yang sekira 12 juta sapi. Meski demikian, permasalahan tersebut dikatakan butuh waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan masalah harga sapi. “Mungkin dalam beberapa tahun terus ada untuk kembali ke populasi yang terjadi waktu sensus pertanian 2012. Kalau ditunda itu makin lama kekurangan itu terjadi. Jadi angkanya seminggu lagi baru bilang,” jelas dia.

Menurutnya, untuk kembali ke posisi pada 2012 lalu, masih membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun mendatang. “Ini situasinya populasinya turun. Itu berarti sapi indukan yang dipotong sudah berlangsung beberapa tahun. Sehingga nanti kembali ke indukan pun perlu 4-5 tahun untuk kita bisa amengejar kembali posisinya itu aman,” tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku akan melakukan impor sapi bakalan dari Australia sebanyak 250 ribu. Tindakan tersebut guna mengatasi permasalahan meroketnya harga daging sapi dalam jangka pendek. (oke)