Pemerintah Akhirnya Buka Kran Impor Beras

Pemerintah Akhirnya Buka Kran Impor Beras

Guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, Pemerintah siap melakukan impor beras. Rencana impor beras ini akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kita harus bersiap untuk impor, kapan masuknya akan di atur. Dan nantinya juga enggak masuk hanya ke sentra produksi seperti di Jawa,” ucap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Bayu menambahkan, pasalnya jika bicara mengenai impor beras dilihat dari tiga indikator yakni pertama angka ramalan produksi yang saat ini sudah minus 2 persen, lalu stok beras di Bulog dan yang ketiga mengenai harga.

“Yang pertama ini sudah warning untuk kita lakukan impor, walaupun yang ketiga harga belum warning,” kata Bayu.

Apalagi kata Bayu, sudah ada arahan dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengenai Bulog harus menjamin stok beras.

Kendati demikian, dirinya enggan menyebutkan angka pastinya jumlah impor beras yang dilakukan dan impor berasal dari mana. Menurutnya jika dikasih tahu besarannya, akan membuat harganya naik.

“Nanti kalau bilang, harganya naik. Kan lumayan selisihnya USD50. Saya kira enggak terlalu besar, enggak perlu 1 juta ton. Tapi kita harus memperkuat dan berjaga-jaga untuk stok dalam negeri. Walaupun belum punya barang, tapi  sudah ada niatan impor,” sebutnya.

Hal ini tidak terlepas dari pengalaman tahun 2011-2012 periode bulan September-Oktober. Menurut Bayu pada saat itu pemerintah melakukan impor tapi telat sehingga harganya naik.

“Tapi kita harus dapatkan yang sesuai diharapkan harga bersaing dengan kepentingan kita. Diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena warning-nya sudah jelas,” paparnya.

Lanjut Bayu mengungkapkan, impor beras ini sebagai wujud tidak ingin mengambil risiko apalagi sebentar lagi pemerintahan saat ini akan berakhir. (oke/ram)