Pembobolan Bank, OJK Akhirnya Turun Tangan

 

Pembobolan Bank, OJK Akhirnya Turun Tangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memanggil manajemen bank-bank yang sistem teknologi informasinya kebobolan beberapa waktu lalu.  Deputi Komisioner OJK Bidang Manajemen Strategis I B, Lucky Fathul AH, dalam keterangan persnya mengatakan, pemanggilan itu merupakan salah satu respon sebagai otoritas pengawas perbankan yang memastikan kedua pihak baik,  nasabah ataupun perbankan tidak dirugikan oleh kasus yang terjadi saat ini. “OJK memanggil manajemen bank terkait untuk menyusun langkah-langkah atau rencana tindakan yang bersifat segera dan realistis dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” katanya.

Hasil dari pertemuan tersebut, perusahaan bank terkait telah melaporkan sejumlah tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan. Seperti menelusuri profiling transaksi, pemblokiran kartu, penggantian kartu, penggantian dana nasabah dan komunikasi kepada stakeholder sebagai bagian dari rencana aksi jangka pendek.

OJK meminta seluruh manajemen bank untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan penggunaan teknologi informasinya. Ini untuk semakin meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi konsumen industri keuangan dia menegaskan layanan konsumen terintegrasi OJK siap terus menerima laporan dari masyarakat.  Pengaduan bisa disampaikan melalui nomor telepon (kode area) 500655 dan e-mail konsumen@ojk.go.id, termasuk pengaduan yang dialami nasabah penyimpan dana di perbankan.

Seperti diketahui, pekan lalu, polisi telah menangkap Didik Agung Himawan, yang dicurigai telah menguras isi ATM 10 bank hingga Rp21 miliar. Modus Didik adalah menggunakan kartu dan memanfaatkan kesalahan sistem komputer.

10 bank yang dibobol adalah Bank UOB, Bank Danamon, Bank HSBC, Bank ANZ, Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, Bank Bukopin, Bank Standar Chartered, Bank BTN, Bank BRI dan Bank BNI.

Didik menguras uang milik bank swasta nasional saat ada gangguan sistem transaksi. Padahal, saldo miliknya hanya Rp100 ribu. Dengan ATM miliknya, Didik menarik Rp17 miliar.

Sementara itu, Rp4 miliar ditarik menggunakan ATM istrinya dan rekening lain milik temannya. Saat ini, Didik ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Istrinya pun ditetapkan sebagai saksi dalam kasus ini karena tidak terlibat langsung.  (via/ram)