Pembekuan PSSI Dicabut, Tim Transisi Dibubarkan

Pembekuan PSSI Dicabut, Tim Transisi Dibubarkan

Tim Transisi Reformasi Sepabola Nasional bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan dibubarkan. Hal itu dinyatakan Kepala Komunikasi Publik Kempora, Gatot Dewa Broto, yang menjelaskan, pembubaran tersebut dipastikan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri (Kepmen) Pencabutan SK 01307/2015 tentang pembekuan PSSI.

“Rencana pencabutan sanksi administratif PSSI tentu berimbas terhadap keberadaan Tim Transisi dan bakal ikut dibubarkan. Jika SK pembekuan PSSI dicabut, maka otomatis tugas Tim Transisi selesai dan akan dibubarkan,” katanya di Kantor Kempora  Jakarta.

Gatot mengatakan, kepmen kontra-SK Pembekuan PSSI itu akan dikeluarkan secepatnya. Jika ini menjadi perintah Presiden Joko Widodo, pencabutan pembekuan ini dilakukan sebelum Kongres FIFA di Meksiko 13 Mei mendatang. Diakui kepmen pencabutan SK Pembekuan PSSI itu sudah ada, namun belum ditandatangani menpora.

Namun, Gatot juga belum bisa memastikan kapan sanksi pembekuan ini dikeluarkan. Yang pasti, draf pencabutan sanksi terhadap otoritas sepakbola Indonesia itu sudah disiapkan. Pihaknya masih mengacu kepada pernyataan Presiden Jokowi pada pertengahan April lalu sesaat setelah menerima perwakilan PT GTS dan pengurus klub. Tetapi, belum tahu waktunya kapan.

Tim Transisi terbentuk berbarengan dengan keluarnya SK Pembekuan PSSI pada 2015. Keberadaan tim ini sebetulnya dimaksudkan untuk menjadi badan induk pengganti sementara sepakbola nasional selama pembekuan federasi yang diketuai La Nyalla Mattalitti tersebut. Tim Transisi dalam SK Pembekuan PSSI itu juga diterangkan punya tugas menjalankan fungsi PSSI.

Tugas itu termasuk menjalankan kompetisi sepakbola nasional, pembentukan sistem dan tata kelola sepakbola yang lebih baik, juga sebagai pengawas kompetisi sepakbola nasional. Namun, keberadaan Tim Transisi sebetulnya mendapat banyak pertentangan, terutama dari klub-klub dan asosiasi provinsi anggota dan pemilik suara di PSSI. (bst)