Pembayaran Gaji Karyawan Merpati Tertunda Dua Kali

Pembayaran Gaji Karyawan Merpati Tertunda Dua Kali

 

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah beberapa kali menunda pembayaran gaji karyawannya. Alasannya, mereka tengah mengalami kesulitan keuangan. Surat edaran Merpati menyebut dua kali penundaan pembayaran gaji karyawan.

Surat edaran No. SE/DF/55/XII/2013 tentang pembayaran uang makan trasportasi (UMTL), jam terbang bulan November 2013, dan sisa THR 2013, disebutkan bahwa Merpati belum bisa membayar UMTL, uang jam terbang, dan utang THR 2013. Sekadar informasi, surat edaran ini dikeluarkan pada 17 Desember 2013.

“Tiga bulan belakangan ini beban kewajiban pembayaran, khususnya biaya mandatory sangat menentukan kelangsungan operasional perusahaan, bahkan sudah dalam kondisi kritis, sementara perolehan pendapatan perusahaan belum mampu mengimbangi seluruh kebutuhan biaya operasional sebagaimana diharapkan,” tulis Direktur Administrasi dan Keuangan Merpati, Daulat Musa, dalam surat edaran.

Merpati berjanji akan membayar UMTL, jam terbang November 2013, dan sisa utang THR 2013 selambat-lambatnya 15 Januari 2014.

Muncul surat edaran lainnya SE/DF/57/XII/2013, pada 27 Desember 2013. Isinya, perusahaan pelat merah ini meminta maaf kepada karyawan Merpati karena perusahaan masih mengalami kesulitan keuangan.

“Sehubungan dengan jatuh tempo kewajiban pembayaran Gaji Karyawan bulan Desember 2013 dan memperhatikan butir nomor 1 (Merpati masih kesulitan keuangan) di atas dengan sangat terpaksa pembayarannya akan diupayakan selambat-lambatnya tanggal 24 Januari 2014,” jelas Daulat.

Selanjutnya, Merpati mengeluarkan surat edaran bernomor SE/DF/03/I/2014 tentang pembayaran gaji bulan Desember 2013 dan Januari 2014. Surat itu menyebutkan bahwa perusahaan menunda lagi pembayaran gaji karyawan, dari November hingga Januari 2014.

Manajemen terus berupaya dapat melakukan pembayaran gaji bulan Desember 2013 dan Januari 2014. Pembayaran akan dilaksanakan secara bertahap mulai bulan Februari 2014 apabila terjadi kendala di luar kemampuan manajemen.

“Setiap bulan, Merpati mengeluarkan uang Rp 21 miliar untuk membayar gaji karyawannya,” kata Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM), Sudiyarto, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta. (viv/bh)