Pembangunan Gorong-Gorong Sukomanunggal Dikebut

Pembangunan Gorong-Gorong Sukomanunggal Dikebut
Kemacatan yang terjadi saban hari di kawasan Sukomanunggal akibat pembangunan gorong-gorong.

Pembangunan proyek gorong-gorong frontage road di kawasan Sukomanunggal terus dikebut siang hingga malam hari. Proyek pertama yang berawal dari Banyu Urip hingga perempatan Margomulyo-Balongsari ini untuk menjadikan dua jalur jalan di kawasan tersebut dan mengatasi banjir.

Penempatan alat-alat berat dan sempitnya jalan akibat digalinya lubang gorong-gorong membuat kawasan ini macet. Kemacetan jalan yang menghubungkan ke wilayah Gresik tersebut berlangsung hampir setiap hari.

Volume kendaraan yang didominasi truk-truk besar membuat menyempitnya jalan tersebut.

Rinto, salah satu pemakai jalan, mengatakan dirinya harus berangkat lebih awal dari seharusnya bila tidak ingin telat datang ke kantornya.

“Lihat saja, Mas. Jalan yang menyempit akibat proyek ditambah truk-truk besar yang melewati kawasan ini ditambah alat berat yang bekerja membuat semakin macet,” kata Rinto di atas motornya kepada enciety.co, Kamis (25/9/2014).

Ia memaklumi pengerjaan proyek tersebut terkendala dengan adanya beberapa warga yang tidak mau dibebaskan lahannya seperti salah satu bengkel motor di Tanjungsari yang tetap berdiri di tengah jalan proyek.

Tetapi, ia juga berharap agar warga mau melepaskan lahannya tanpa memikirkan kepentingan pribadi untuk kepentingan masyarakat banyak. “Ya, kalau boleh saran agar proyek ini dapat dinikmati bersama secepatnya agar warga dapat mendukung proyek ini sepenuh hati,” ujarnya.

Apalagi menurutnya tahun ini sudah memasuki bulan September yang sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Dengan selesainya proyek tersebut secara cepat dapat mengurangi dampak banjir yang biasa melanda kawasan tersebut.

“Nanti bila tidak banjir kan yang untung juga masyarakat sekitar kan,” sahutnya sambil meminta izin untuk melanjutkan perjalanannya. (wh)