Pembangunan EPC Blok Cepu Capai 87 Persen

Pembangunan EPC Blok Cepu Capai 87 Persen
Rexy Mawardijaya, Field Public and Government Affairs Manager ExxonMobil-MCL.

Pembangunan konstruksi fasilitas EPC (Early Production Containment) proyek Blok Cepu kini mencapai 87 persen. Anak perusahaan ExxonMobil, Mobil Cepu Ltd (MCL) mengungkapkan, pihaknya kini fokus berkolaborasi dengan 4 kontraktor lainnya untuk menuntaskan pembangunan 5 EPC tersebut.

Namun Field Public and Government Affairs Manager ExxonMobil-MCL Rexy Mawardijaya mengatakan beberapa masalah sempat menjadi kendala. “Ada kendala pembebasan lahan, ada warga yang punya double sertifikat di Tuban. Tapi sudah teratasi. Untuk Bojonoegoro masih tahap proses pendekatan dengan masyarakat. Sekarang sudah 87 persen,” ujarnya di acara Strategic Community Investment in Banyu Urip Project, Gedung de Javasche Bank, Kamis (24/4/2014) malam.

Rexy mengatakan, 4 sumur milik MCL di Banyu Urip memproduksi 29.000 barrel per hari (bph). “Sekarang kita ada 4 sumur produksi dan 2 sumur injeksi,” sebutnya.

Rexy menyatakan MCL tak berani memproyeksikan kapan Blok Cepu bisa mencapai produksi puncak tersebut. Namun, SKK Migas memproyeksikan pada September 2014 nanti, produksi minyak lapangan  Banyu Urip, Blok Cepu bertambah 10.000 bph menjadi 39.000 bph.

“Bila nanti semua fasilitas produksi selesai dibangun, produksi lapangan yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur itu bisa mencapai 165.000 bph,” ujar Plt Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J. Widjonarko, di Bojonegoro.

Sesuai rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai USD 2,525 miliar. Rinciannya,  untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar USD 2,188 miliar dan pengeboran sumur sebanyak USD 337 juta.

Cadangan migas di lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang ditemukan pada 2001 dan menunjuk MCL sebagai operator pada 17 September 2005. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 445 juta bph.

Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur. (wh)