Pemakaian TI di Perusahaan Meningkat

Pemakaian TI di Perusahaan Meningkat
Penggunaan TI di perusahaan untuk meningkatkan kinerja. Foto: sandhi nurhartanto/enciety,co

Kesadaran perusahaan menggunakan Teknologi Informasi (TI) di terus mengalami peningkatan. Ramanda Noorwidyastama, Managing Partner PT Mandiri Informa, mengakui bila sudah ada 15 perusahaan besar yang telah menerapkan TI di tempatnya. Ke-15 perusahaan itu di antaranya RS Siloam, PDAM Sidoarjo, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim, Bank Jatim dan PT Gudang Garam.

“Ada 15 perusahaan yang telah bersama kami menerapkan TI. Dan setiap bulannya ada dua perusahaan baru yang juga ingin menerapkan teknologi itu. Karena keuntungan memakai TI di perusahaan sangatlah besar,” kata Ramanda Noorwidyastama kepada enciety.co, Selasa (24/11/2015).

Disambungnya, bidang TI sendiri memberi prospek pada bangsa Indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifatnya yang strategis.

Ini karena pengembangan bisnis yang berhubungan dengan TI adalah infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan juga finansial. Selain itu, persaingan bisnis yang ketat menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya.

“Penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan, lho. Karena dengan TI, di dalam perusahaan yang memakainya kesemuanya mengarah kepada komputerisasi. Jadi toleransi kesalahan besar akan dipersempit bila memakai TI.,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, aplikasi TI yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam perusahaan, antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.

Selain itu, TI juga berguna bagi perusahaan untuk memberikan laporan pajak yang terintegrasi langsung ke absensi karyawan yang berhubungan dengan PPh 21 kepada dinas pajak.

“Absen karyawan yang menggunakan TI akan memudahkan perusahaan untuk berhubungan langsung dengan dinas pajak. Namun sayangnya, tidak semua perusahaan mau berinvestasi TI. Apalagi jika pengusahanya masih mempunyai pikiran kolot yang jarang mau berpikiran mau maju ke depan,” tutupnya. (wh)