Pemain Rusia Dilarang Main Twitter

 

Pemain Rusia Dilarang Main Twitter

Pelatih Tim Nasional Rusia Fabio Capello “mengharamkan” pemainnya menggunakan Twitter selama penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Pelatih asal Italia itu ingin timnya yang akan menghadapi Korea Selatan pada laga kedua Grup H, Rabu (18/6/2014) dini hari nanti WIB fokus pada pertandingan. “Tweets terkadang bisa mengganggu jika Anda tidak menulis dengan cara yang cerdas,” ujar Capello.

“Daripada mengganggu lebih saya melarang pemain saya untuk bermain Twitter selama sebulan,” lanjutnya.  Pelatih berusia 67 tahun yang pernah menangani Timnas Inggris itu juga mengatakan dirinya sama sekali tidak berharap mendapat kado pada hari ulang tahunnya hari ini.” Saya sama sekali tidak berharap mendapatkan kado dari siapapun atau dimanapun,’ lanjut Capello yang di Piala Dunia 2010 lalu gagal mengantarkan Inggris ke babak kedua.

Wajar bila Capello menerapkan disiplin tinggi. Pasalnya, pertandingan yang  digelar  di Arena Pantanal, Cuiaba ini diprediksi berlangsung ketat.  Rusia bersama Fabio Capello merasa yakin materi pemain mereka akan mampu untuk mengatasi perlawanan Korsel. Apalagi Rusia bertekad menghibur fans mereka lagi setelah harus absen di dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

“Kami ingin membahagiakan fans kami yang sudah lama menantikan aksi Rusia di Piala Dunia. Kali ini kami punya kesempatan untuk menghibur mereka lagi dan memberi mereka sesuatu untuk dibanggakan,” jelas Alexander Kerzhakov.

Sementara Korsel juga punya kekuatan yang tak bisa diremehkan. Beberapa pemain kunci dari tim asuhan Hong Myung Bo merupakan para pemain yang berlaga di liga ternama Eropa.

Korsel juga menyadari bahwa mereka harus bisa meraih hasil positif di laga melawan Rusia ini. Pasalnya, hal itu akan memberi mereka kepercayaan diri tinggi guna menghadapi Belgia dan Aljazair di laga berikutnya.

“Jika kami bisa menunjukkan siapa kami sebenarnya, kami punya peluang untuk lolos. Pertandingan melawan Rusia sangat penting bagi kami karena itu laga perdana kami. Setelahnya, kita bisa melihat lebih lanjut saat melawan Belgia dan Aljazair. Keduanya juga merupakan tim yang bagus,” ujar pemain Korsel, Nam Tae Hee. (ram)