Peluang Menjadi Writerpreneur

Peluang Menjadi Writerpreneur

Memang, ada perbedaanmendasar membedakan journalist writing dengan writerpreneur. Journalist writing lebih idealis, pemberitaannya lebih ideal dan faktual.  Kalau writerprener adalah copy editor yang lebih pada services.

Menurut Aulia, yang harus disadari writerpreneur adalah bukan apa yang ingin tulis, tapi bagaimana pembaca ingin membaca tulisan Anda. Makanya, pesan tulisannya harus lugas, bermakna, mudah dimengerti. “Saya selalu menggunakan kalimat-kalimat pendek dan simpel, itu  jauh lebih baik,” tutur dia.

Dia juga mengatakan, sebuah tulisan juga akan mendukung produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Prinsipnya adalah berikan tulisan yang mudah diingat. Keep it short and simple (KISS),” imbuhnya.

Kata Aulia, semua produk harus di-branding baik itu target konsumen menengah ke atas, bahkan menengah ke bawah sekalipun. Pemilihan kata yang mewakili produk yang ditawarkan harus diperhatikan. Jangan sampai salah sasaran. “Dalam menggambarkan produk dengan tulisan, yang terpenting adalah siapa audience-nya,” terang Aulia.

Setelah beberapa tahun, Aulia mengaku sangat menikmati profesinya ini.

“Bagi saya, sukses itu kalau melakukan pekerjaan kita menyenangi,” pungkasnya.(wh)