Peluang Indonesia jadi Pusat Mode Busana Muslim Dunia

Peluang Indonesia jadi Pusat Mode Busana Muslim Dunia
Ratna Ayu, peneliti Enciety Business Consult

Prospek pasar busana muslim di Tanah Air diprediksi sangat cerah. Indonesia bahkan disebut-sebut bakal jadi pusat fashion busana muslim dunia pada 2020 mendatang. Hal ini tak lepas dari kekayaan kultur dan populasi muslim terbesar di dunia.

Menurut prediksi pakar desainer Indonesian Islamic Fashion Consortium (IFFC), hadirnya desainer-desainer hijab Indonesia membuat lahirnya produk-produk yang lebih variatif.

Selain itu, berdasarkan data yang dikutip dari enciety Desk Research (eDR), 80 persen pakaian bermerek dunia diproduksi di Indonesia seperti Spencer, Mango, dan Zara. Lebih tepatnya dari 3.000 perusahaan pakaian dan tekstil, 50 persen di antaranya berorientasi pada ekspor. Hal itu menunjukkan bahwa kualitas pakaian Indonesia sudah diakui dunia dan mampu bersaing dengan produk buatan luar negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, selama kuartal I-2013 (Januari-Maret), nilai ekspor pakaian jadi Indonesia mencapai USD 1,01 miliar. Jumlah ini tumbuh sekitar 3,1 persen dibandingkan ekspor di periode sama tahun 2012, yaitu USD 986,4 juta.

Selama ini, belum ada pemain besar yang mengekspor pakain muslim. Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam wawancaranya dengan Okezone, mengungkapkan Indonesia menang di desain dan berpeluang menjadi raja busana muslin dunia. Hanya saja, sebut dia, masih perlu pelatihan dan produk ber-SNI agar bisa menjadi top dunia.

Disisi lain, kurun waktu terakhir, Indonesia sudah memiliki beberapa perancang busana muslim yang karyanya cukup diminati dunia. Salah satunya, Dian Pelangi yang merupakan satu-satunya perancang busana muslim di New York FW. Selain itu, berdasarkan data Amerika, Dian Pelangi juga termasuk brand busana muslim yang paling popular dari 156 daftar industri busana di dunia. (wh)