Peluang Bisnis Racik Matcha Milk Bubble Tea

Peluang Bisnis Racik Matcha Milk Bubble Tea

foto:arya wiraraja/enciety.co

Matcha milk bubble tea tea, minuman yang nge-hits laris di pasaran. Biasa disajikan di gerai-gerai ternama seperti KOI, Chatime, HeiHei, IN, Tiger Sugar dan masih banyak lagi. Selain manis dan segar, matcha milk bubble tea tea juga mengenyangkan.

“Menu ini berasal dari Negara Thailand. Sangat laris. Terlebih saat musim panas seperti ini. Penikmatnya ya anak-anak muda. Jadi tidak salah jika kita coba untuk bedah resepnya dan membuatnya sendiri,” cetus Soni Kasehung mentor pelatihan food & beverage Pejuang Muda Surabaya yang digelar di Kaza City Mall, Sabtu (28/9/2019).

Untuk membuatnya, terang dia, ada beberapa bahan yang dibutuhkan. Yakni, bubuk green tea, black tea, frappe bubuk, dan susu cair. Sedangkan untuk bubble, bahan yang digunakan adalah tepung tapioka yang dipadatkan.

“Cara membuat bubble ini mirip dengan membuat bahan mutiara yang biasa disajikan dengan es puter,” tandas Soni.

Dia lalu ,enjelaskan langkah membuat matcha milk bubble tea. Yakni, seduh black tea dengan air mendidih dengan temperatur 100-120 derajat. Sisihkan. Lalu, panaskan air hingga 100 derajat, lalu masukkan bubble dan kecilkan api. Masak dalam air sambil diaduk perlahan kurang lebih 30 menit.

“Kita aduk bubble ini dengan api kecil supaya bubble terurai dan tidak menyatu,” ujar Soni yang juga staf pengajara Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Setelah itu, imbuh dia, siapkan gelas lalu masukkan semua bahan mulai dari bubuk green tea, black tea, frappe bubuk, susu cair. Kemudian, masukkan bubble dalam keadaan hangat, kemudian aduk hingga semua bahan tercampur rata.

“Dalam proses memasak dan mencampur bahan, kita harus sering mengaduk bubble supaya tetap terurai. Setelah bahan tercampur, baru kita masukkan es batu lalu berikan topping, maka menu matcha milk bubble tea siap disajikan,” paparnya lantas tersenyum.

Soni mengatakan, jika matcha milk bubble tea punya nilai ekonomi tinggi. Sebagai perbandingan, jika dijual digerai-gerai ternama, produk tersebut dapat dibandrol Rp 20-30 ribu.

“Ini masukan saja, jika ingin bersaing, kita bisa bandrol Rp 10 ribu dengan ukuran kemasan 250 mililiter. Dengan harga itu, estimasi kita bisa untung sekitar 30 persen. Jika bahan kita bagus dan produk kita enak, kita bisa jual di atas Rp 15 ribu,” ungkap Soni. (wh)

Berikan komentar disini