Pelonggaran LTV Dinilai Muspro

Pelonggaran LTV Dinilai Muspro
foto: therakyatpost.com

Kebijakan pelonggaran plafon kredit atau loan to value (LTV) yang diterapkan oleh Bank Indonesia dipandang percuma oleh Bank Muamalat Indonesia. Pasalnya, daya beli masyarakat saat ini sedang menurun lantaran perekonomian tengah melambat.

Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Endy Abdurrahman memandang, meskipun ada kelonggaran dalam perkreditan perumahan tetap saja tidak bisa mendorong pertumbuhan pembelian perumahan tanpa adanya daya beli dari masyarakat. “Dengan adanya pelemahan ekonomi maka mengganggu daya beli masyarakat. LTV itu baik, tapi di saat keadaan ekonomi sedang tidak baik tidak akan berpengaruh. Jadi saya tidak melihat peraturan yang baru ini akan mengubah keadaan,” ujar Endy di Jakarta.

Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh BI itu tidak tepat waktu. Jika dikeluarkan di tengah perlambatan ekonomi makan tidak akan ada dampak nyata yang akan terasa di perekonomian Indonesia. “Mungkin ada dampaknya sekian bulan ke depan setelah itu. Tapi saya lihat dampaknya tidak akan besar,” imbuhnya.

Meskipun begitu, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mengambil kesempatan jika ada peluang dari kebijakan LTV. Namun Endy berharap perekonomian Indonesia akan membaik tahun ini, meskipun kecil kemungkinanan. (oke)