Pelonggaran LTV Bakal Dongkrak KPR BNI

Pelonggaran LTV Bakal Dongkrak KPR BNI
foto: inn.co.id

PT Bank Negara Indonesia (Persero) menyambut positif kebijakan Bank Indonesia (BI) melonggarkan  rasio loan to value (LTV) . Langkah ini diharapkan bisa mendorong berkembangnya laju kredit yang bisa mendorong pergerakan perekonomian ke depan.

Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa kebijakan pelonggaran LTV akan berdampak positif bagi pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) BNI  yang pada semester I 2015 berjalan stagnan.

“Awalnya kita mentargetkan pertumbuhan KPR Bank BNI sekitar sembilan persen. Dengan relaksasi yang dilakukan BI dalam LTV kredit, kita berharap KPR bisa tumbuh antara 11 sampai 12 persen tahun ini, jadi ada peningkatan dua sampai tiga persen,” ujar Anggoro.

Otoritas moneter telah menerbitkan sejumlah kebijakan guna mengatasi perlambatan perekonomian yang telah berjalan beberapa bulan terakhir di dalam negeri. Lewat menurunan uang muka kredit, diharapkan minat konsumen untuk membeli rumah lewat dukungan pembiayaan perbankan meningkat sehingga bisa berkontribusi dalam menggerakan perekonomian.

Anggoro mengaku  saat ini masyarakat masih disibukkan oleh menyambut hari raya  Idul Fitri 1436 H.  Dalam menyabut  lebaran, tentunya masyarakat lebih mementingkan kebutuhan Lebaran seperti belanja makanan atau pakaian dan menyiapkan keperluan mudik.
“Kebijakan  pelonggaran BI ini saya kira baru akan direspons positif pada awal Agustus  2015 setelah fokus masyarakat  untuk lebaran selesai,” imbuh Anggoro.

Terkait dengan persiapan menyongsong  Idul Fitri 1436 H,  BNI telah menyiapkan dana tunai untuk kebutuhan nasabah jelang Lebaran sebesar Rp 20 triliun. “Jadi, kesiapan dana tunai kami Rp 60 triliun. Itu nanti yang keluar, tapi kami juga bakal dapat pemasukkan 70 persen  dari junlah itu. Jadi, net cash kami Rp 20 triliun,” ucap Bob Tyasika Ananta, Direktur Operasional dan IT BNI.

Bob menambahkan, jumlah uang tersebut naik 10 persen  dibanding periode lebaran di tahun lalu. Total uang tunai yang disiapkan akan tersedia di sekitar 14 ribu ATM BNI yang tersebar di seluruh Indonesia serta  72 ribu jaringan ATM Bersama, Prima, dan Link. (wh)