Pelindo Bakal Bangun Java Integrated Industrial Port

Pelindo Bakal Bangun Java Integrated Industrial Port

Proyek prestisius Terminal Multipurpose Teluk Lamong bulan Mei tahun ini dipastikan tuntas. PT Pelabuhan Indonesia III belum berhenti melakukan terobosan guna memberi pelayanan jasa kepelabuhanan.

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) itu telah menyiapkan proyek prestisius lainnya di Manyar, Gresik. Pelindo III menggandeng PT AKR untuk mengembangkan Java Integrated Industrial Port (JIIPE) seluas kurang lebih 2000 hektar.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III Edi Priyanto, menerangkan luas Integrated Industrial Port itu nantinya akan terbagi dalam tiga kawasan. “Kawasan itu nantinya untuk pelabuhan, industri, dan perumahan yang sudah disiapkan,” katanya, Jumat (24/1/2014).  

Proyek yang dikabarkan menelan biaya sekitar Rp 10 triliun itu mulai digarap tahun 2015. Sedangkan tahun ini baru pembangunan dan penyediaan infrastruktur. Seperti akses jalan, dermaga, dan kebutuhan energi yang meliputi listrik dan air.

Edi menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar ini sudah dilaksanakan pada Oktober 2013 hingga Oktober 2014. Pembangunan Integrated Industrial Port ini sudah melibatkan Pemkab Gresik yang telah menjalin kerjasama untuk penyediaan infrastruktur dan energi,” jelasnya.

Pembangunan Integrated Industrial Port ini nantinya terbagi dalam tiga kawasan industri dengan luas 1.762 hektar. Kawasan itu sudah termasuk ruang terbuka hijau, jalan, saluran pembuangan air, dan fasilitas umum lainnya. Demikian juga dengan kawasan pelabuhan seluas 371 hektare sudah termasuk ruang terbuka hijau, dan sirkulasi.  

Kawasan pelabuhan dikelola PT Berlian Manyar Sejahtera, yang merupakan konsorsium antara PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) selaku anak perusahaan Pelindo III dengan PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN), anak perusahaan PT AKR Corporindo Tbk. Dimana share saham sebesar 60 persen dimiliki BJTI dan sisanya dikuasai UEPN.

Sementara untuk kawasan industri dikelola PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, yang dimiliki oleh PT Usaha Era Pratama Nusantara dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia. Dimana share saham sebesar 60 persen dimiliki UEPN dan sisanya milik BJTI.

”Untuk kawasan perumahan sepenuhnya akan dikelola oleh PT AKR Corporindo, karena kita tidak memiliki pengalaman pengembangan perumahan,” tutup Edi. Untuk pengembangan kawasan perumahan ini seluas 765,3 hektar. (wh)