Pelindo III Siapkan Pembangunan Teluk Lamong Tahap II

 

Pelindo III Siapkan Pembangunan Teluk Lamong Tahap II

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyiapkan pembangunan tahap kedua Terminal Multipurpose Teluk Lamong setelah mendapat global bond (surat utang) sebesar USD500 juta atau senilai Rp 6,09 triliun. Pelindo III telah menyiapkan alokasi dana sekitar 65 persen atau setara dengan Rp 3,9 triliun untuk pembangunan Teluk Lamong.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengungkapkan, tahap kedua pembangunan Teluk Lamong untuk pengembangan curah kering dan pembelian peralatan.

“Sekitar 65 persen dari dana yang ktia dapat untuk pengembangan Teluk Lamong tahap II dan refinancing. Pembangunan antara lain lapangan curah kering dan persiapan monorel Automatic Container Transporter (ACT),” jelas Edi Priyanto, Minggu (5/10/2014).

Ia menambahkan, rencana pembangunan Teluk Lamong tahap kedua dilakukan mulai tahun depan dengan program kerja selama dua tahun. Dia menambahkan, kapasitas untuk dry bulk atau curah kering ini mencapai 9,07 juta ton pertahunnya.

“Untuk tahap kedua ini sedang kita dalam kajian feasibility study (studi kelayakan). Paling cepat pembangunan akan dilakukan pada awal tahun 2015,” ungkapnya.

Pembangunan Teluk Lamong pada tahap pertama menghabiskan dana sekitar Rp 3,4 triliun untuk terminal petikemas dengan kapasitas mencapai 1,2 juta TEU’s.

Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto dalam Konferensi Pers di Hotel Majapahit Jumat (3/10/2014) malam, mengatakan 35 persen sisanya akan digunakan untuk pengembangan di pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas dan Banjarmasin. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembelian peralatan dan perluasan terminal dan lapangan penumpukan.

Global bond atau surat utang ini masuk dalam dana investasi jangka tiga tahun kedepan. Kami harapkan dengan adanya dana ini dapat memperlancar pengembangan kami dan meningkatkan kinerja,” terangnya.

Disebutkan Djarwo, 45 persen investor global bond adalah dari Amerika Serikat, 30 persen dari Asia, dan 25 persen berasal dari Eropa. Pihaknya juga optimis mampu mengembalikan pokok utang dan bunga tahunan sesuai dengan waktu jatuh tempo yang ditentukan, yaitu selama 10 tahun, terhitung mulai 1 Oktober 2014.

“Kita sangat bersyukur masih banyak investor yang percaya dan membantu kita, bahkan kita mendapat bunga sebesar 4,875 persen dan dengan perkembangan kinerja Pelindo yang seperti saat ini, kami akan mengembalikan sesuai waktu jatuh tempo,” tutupnya. (wh)