Pelindo III Setor ke Negara Rp1,12 T

Pelindo III Setor ke Negara Rp1,12 T

 

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyetor uang ke negara Rp1,12 triliun hasil jasa tahun 2013. Setoran itu terdiri dari pajak Rp 694 miliar, kontibusi jasa pemanduan dan penundaan Rp 6 miliar serta deviden Rp 420 miliar.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan, kontribusi perseroan kepada negara tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Pada 2012, Pelindo III hanya menyetor Rp 937 miliar kepada negara.

“Kontribusi kami kepada negara secara keseluruhan naik 19,5 persen. Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III sepanjang tahun 2013,” kata Djarwo sesaat setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Kamis (20/3/2014) malam.

Rincian pendapatan perusahaan tahun 2013 sebesar Rp 5,12 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 1,2 triliun.  Djarwo membandingkan kondisi tersebut dengan tahun sebelumnya.  Pada 2012, pendapatan Pelindo III tercatat Rp 4,42 triliun dengan laba bersih Rp 950 miliar.

“Meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di sejumlah pelabuhan yang kami kelola,” terangnya. Peningkatan ini mendorong perushaaan untuk melakukan pengembangan guna meningkatkan daya tampung.

Seperti yang dilakukan Pelindo III dengan membangun Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang diperkirakan tuntas April tahun ini. Pembangunan ini sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Perak yang terus meningkat.

Pada 2013 lalu, arus kapal di seluruh pelabuhan dari 74.915 unit menjadi 78.189 tahun ini. Peningkatan arus kapal juga didukung dengan ukuran-ukuran kapal yang semakin besar. Sebelumnya hanya tercatat 262.790 GT, di tahun 2013 sudah tercapai 298.607 GT.

Untuk arus barang peningkatan terjadi untuk arus petikemas yang sudha tercaai 4,1 juta TEU’s. Padahal tahun 2012 arus petikemas yang melalui pelabuhan Pelindo III sebanyak 3,9 juta TEU’s.

“Ini menunjukkan pelabuhan yang kita kelola mulai ramai. Bahkan ada beberapa pelabuhan yang membutuhkan pengembangan guna mengantisipasi kelebihan kapasitas,” tambahnya. (wh)