Pelindo III Patok Pertumbuhan 20 Persen

Pelindo III Patok Pertumbuhan 20 Persen

 

Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak mematok pertumbuhan mencapai 20 persen pada tahun 2014 ini. Target itu tidak lepas dari laporan kinerja sepanjang tahun 2013. Dimana, Pelindo III Cabang Tanjung Perak rata-rata pertumbuhannya tercapai 20 persen.

General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak Rismarture Sidabutar menyebut dua pelayanan yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Dua bentuk pelayanan yang mengalami pertumbuhan adalah petikemas domestik dan curah kering-general cargo.

“Faktor pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur adalah salah satu faktornya. Ada beberapa komoditi yang masih mengalami peningkatan permintaan melalui Tanjung Perak,” kata Rismarture, Kamis (16/1/2014).

Dia menjelaskan, penataan pelabuhan (klasterisasi) dengan windows system (kedatangan kapal terjadwal) justru meningkatkan pertumbuhan komoditi dan pelayanan.

Beberapa pelayanan yang mengalami pertumbuhan adalah arus kapal yang naik 5 persen, komoditi curah kering 10 persen, petikemas domestik 30 persen, dan curah cair sebesar 20 persen. Kenaikan komoditi itu tidak lepas dari program klasterisasi yang dilakukan pada semester kedua tahun lalu.

Prediksi kenaikan barang curah kering dan general cargo bisa dilihat dari rencana kedatangan Harbor Mobile Crane (HMC) bulan ini. “Kita sudah memiliki enam HMC yang kita beli sejak 2013. Saat ini sudah ada enam unit, dan akan bertambah satu unit sebagai penunjang kinerja,” lanjutnya.

Sebagai catatan, satu unit HMC bisa membongkar 7,5 ribu ton-10 ribu ton perhari untuk komoditi curah kering. HMC sangat penting untuk membongkar komoditi dari kapal panamax yang muatannya bisa mencapai 35 ribu-40 ribu ton. Rismarture menyebut dua HMC ini bisa membongkar muatan kapal panamax dalam dua hingga tiga hari.

Rismarture tidak menyebut nilai investasi yang akan ditanamkan tahun ini. menurut rencana tahun ini Pelindo III Cabang Tanjung Perak berencana merevitalisasi Terminal Nilam untuk kebutuhan curah cair dan petikemas domestik.

“Untuk investasi memang masih multiyears. Ada yang dimulai tahun 2012 dan  2013. Seperti HMC pengadaannya sejak Juli 2012 sebanyak 7 unit, dan revitalisasi terminal penumpang dilakukan tahun lalu. Keduanya akan tuntas tahun ini,” tutupnya. (wh)