Pelindo III Pastikan Interchange Tidak Ada Jasa Pungut

Pelindo III Pastikan Interchange Tidak Ada Jasa Pungut
Tri Rismaharini (tengah) naik alat berat didampingi Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief (kiri) dan Anggota Badan Pengelola Jalan Tol Kuncahyo (kanan). Guterres/enciety.co

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memastikan tidak akan ada jasa pungut bagi pengguna jalan yang masuk ke Jalur Luar Lingkar Barat melalui interchange.

Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief menegaskan bahwa interchange (jalur penghubung) tidak sama dengan tol Bali. Dimana tol Bali setiap pengguna jalan diwajibkan membayar jasa pungut untuk mengakses jalan tersebut.

“Tidak ada (jasa pungut). Jadi nanti pengguna jasa seperti msuk ke jalan tol,” tegas Husein Latief disela-sela groundbreakingInterchange-JLLB, Jumat (25/09/2015). Dijelaskan pria kelahiran Solo itu, setiap pengguna jalan akan dipungut oleh Marga Bumi selaku operator jalan tol di kawasan tersebut.

Pengguna jasa cukup sekali membayar jalan tol di pintu masuk dan sudah bisa digunakan untuk masuk ke JLLB maupun masuk ke Terminal Teluk Lamong (TTL). Sebab interchange ini sebagai penghubung antara TTL dengan JLLB yangtengah dikebut.

Pembangunan interchange ini diharapkan tuntas dalam tempo 11 bulan atau kurang dari satu tahun. “Berbekal membangun tol Bali yang memakan waktu 16 bulan, kami berharap pembangunan bisa tuntas dalam tempo 11 bulan,” lanjutnya.

Interchange ini nantinya akan dikerjakan oleh Pelindo III yang melibatkan Mitra Karya Multi Guna dan Pemkot Surabaya.

Sayangnya sejauh ini ketiga pihak belum menyebutkan biaya yang diinvestasikan untuk pembangunan ini. “Kalau biaya saya belum berani ngomong, nanti akan dibicarakan,” ucap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Senada dengan Husein Latief, saat ini baru tahap pembangunan infrastruktur. Tentang jasa pungut akan dibahas bersama-sama, termasuk operator jalan tol. (wh)