Pelindo III Mulai Pasang Delapan Fixed Crane Baru

Pelindo III Mulai Pasang Delapan Fixed Crane Baru

Delapan unit fixed crane mulai berdatangan sejak awal bulan ini di tiga lokasi pelabuhan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III. BUMN yang bergerak dalam bidang kepelabuhan itu saat ini telah mulai melakukan pemasangan, melakukan komisioning dan pengetesan sebelum dioperasikan.

“Dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan alat tersebut mencapai USD 10,75 juta atau sekitar Rp 105 miliar. Dari delapan alat itu, empat unit akan ditempatkan di Pelabuhan Gresik, dua unit di Pelabuhan Batulicin, dan dua unit di Pelabuhan Lembar,” kata Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto, Sabtu (21/02/2015).

New fixed crane ini multifungsi bisa digunakan untuk bongkar muat petikemas, kayu log, dan curah kering, karena telah dilengkapi dengan spreader 20 feet dan 40 feet, grab untuk kayu log, grab untuk curah kering, serta pengadaan boom park,” tambah Edi.

Edi kembali menjelaskan bahwa pengadaan alat bongkar muat jenis fixed crane ini dilakukan oleh Pelindo III guna meningkatkan kinerja dan produktifitas bongkar muat di tiga pelabuhan tersebut.

“Di Pelabuhan Lembar misalnya, penyediaan 2 (dua) unit fixed crane guna meningkatkan kinerja bongkar muat dan mengantisipasi peningkatan arus petikemas yang terus meningkat”, ungkap Edi.

Realisasi arus petikemas di Pelabuhan Lembar pada tahun 2012 tercatat 15.188 TEU’s. Sedangkan tahun 2013 meningkat menjadi 20.389 TEU’s dan kembali pada tahun 2014 naik 32% atau tercatat 27.080 TEU’s

Demikian juga dengan penyediaan 2 unit fixed crane di Pelabuhan Batulicin untuk menunjang arus petikemas. “Pelabuhan yang merupakan kawasan dari Pelabuhan Kotabaru itu juga mencatat pertumbuhan arus petikemas setiap tahunnya,” terang Edi.

Pada tahun 2013 arus petikemas tercatat 9.839 TEU’s dan pada 2014 tercatat meningkat menjadi 9.892 TEU’s.

Sementara empat unit fixed crane di Pelabuhan Gresik sebagai upaya korporasi dalam meningkatkan kinerja bongkar muat di pelabuhan yang lokasinya berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

Tercatat arus barang pada tahun 2013 sebanyak 4.447.068 ton dan meningkat menjadi 6.557.151 ton pada tahun 2014. Hal ini terlihat pula dengan adanya lonjakan kegiatan bongkar muat curah kering, dimana tercatat 80.430 ton tahun 2013 dan meningkat menjadi 97.490 ton pada tahun 2014.

Peningkatan bongkar muat di Pelabuhan Gresik meliputi kegiatan bongkar muat CPO, batu kapur, batubara, curah cair dan barang proyek.

Sedangkan kegiatan bongkar muat jenis kayu log tahun 2013 hanya 157.962 ton, namun pada tahun 2014 meningkat menjadi 339.303 ton.

”Lokasi pemasangan empat unit fixed crane di Pelabuhan Gresik dua diantaranya ditempatkan di Dermaga Talud Tegak dan dua unit lainnya dialokasikan di Dermaga 78”, kata Onny Djayus GM Pelindo III Cabang Gresik.

”Setelah pemasangan dan dilakukan komisioning dan testing diharapkan bisa mulai beroperasi pada April 2015 mendatang,” tambah Onny.

Onny mengemukakan, adanya pengembangan pada Dermaga 78 di Pelabuhan Gresik tersebut diharapkan akan mampu melayani kapal yang mempunyai kapasitas sekitar 2.000 GT sampai 3.000 GT. (wh)