Pelindo III Kini Punya Pusat Pelayanan Kapal Kalimas Terpadu

Pelindo III Kini Punya Pusat Pelayanan Kapal Kalimas Terpadu
GM Pelindo III Tanjung Perak Eko Harijadi Budiharto meresmikan Pusat Pelayanan Kapal Kalimas (P2K2) Terpadu.

PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak memiliki Pusat Pelayanan Kapal Kalimas (P2K2) Terpadu sebagai terobosan pelayanan jasa kepelabuhanan. Layanan ini diluncurkan di kantor pelayanan Kalimas bekerjasama dengan Bank Jatim, Senin, (13/10/2014).

General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Eko Harijadi Budiharto mengatakan, P2K2 Terpadu ini untuk memberi percepatan pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan Kalimas. Sebab perilaku pengguna jasa di Kalimas tidak sama dengan dermaga modern lainnya di Tanjung Perak.

“Sejauh ini Kalimas kurang mendapat perhatian, dan kami berharap kedepan akan lebih mendayagunakan port river (pelabuhan sungai Kalimas),”  katanya disela-sela peluncuran K2P2 Terpadu kemarin siang. Pelindo Tanjung Perak menyiapkan langkah strategis selain meluncurkan pelaynanan modern ini.

Eko Harijadi menyiapkan program autogate dengan investasi senilai Rp20 miliar. Angka itu sudah termasuk perawatan pendalaman dermaga di kade 500 meter sebesar Rp 5 miliar, untuk meningkatkan daya tampung kapal.

Auto gate ini sekaligus berfungsi memeriksa dokumen yang dimiliki kapal. “Kita sudah menyiapkan zona labuh bagi kapal-kapal yang belum berdokumen. Ke depannya, semua pergerakan kapal sudah dilengkapi dengan dokumen,” lanjutnya. Autogate ini diharapkan sudah bisa dioperasikan paling lambat akhir 2015 dan saat ini dalam proses pengerjaan.

Aissten Manajer Pelayanan Lokal Pelindo Tanjung Perak, Riki Waluyo Setiawan menjelaskan kapasitas terpasang hanya 100 kapal perhari. Dimana jumlah kapal lokal mendominasi sebanyak 60 persen dan sisanya adalah kapal pelra. Hanya saja pergerakan kapal perbulannya hanya 80 unit.

“Kendala yang kita hadapi selama ini cukup kompleks. Mulai dari pengurusan dokumen hingga pelayanan di terminal,” sebut Riki.

Dengan sistem pelayananan satu atap ini pengguna jasa tidak harus mondar-manding mengurus dokumen ke kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Kantor Otoritas Pelabuhan, dan kantor Kalimas.

Riki menyebut pengurusan dokumen dan pembayaran sudah dilakukan di P2K2 yang bekerjasama dengan Bank Jatim. “Dengan percepatan ini, kita meningkatkan pendapatan di Kalimas dari Rp6,5 miliar tahun ini menjadi Rp8 miliar proyeksi tahun depan,” katanya.

Hingga Agustus tahun ini volume general cargo mencpai 162.194 ton dan 8.449 m kubik. Sedangkan bag cargo tercatat 226.472 ton, serta muatan dalam bentuk palet mencapai 1.759 ton dan 10.957 m kubik. (wh)