Pelindo III Integrasikan Layanan Petikemas Tanjung Perak-Makassar

Pelindo III Integrasikan Layanan Petikemas Tanjung Perak-Makassar

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III kembali merespons program tol laut yang digagas Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Setelah berhasil menerapkan sistem Windows pelayanan petikemas di pelabuhan yang dikelolanya, kali ini Pelindo III menggandeng Pelindo IV untuk bersinergi mengimplementasikan sistem windows connectivity pelayanan peti kemas di pelabuhan yang dikelola oleh keduanya.

Sebagai tahap awal, konektifitas ini akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan Pelabuhan Makassar.  Dengan sistem konektivitas ini, kapal-kapal yang hendak masuk ke kedua pelabuhan tersebut sudah memiliki kepastian jadwal dan lokasi untuk bertambat dan bongkat muat barang. Penyediaan fasilitas tersebut adalah penambatan kapal dengan pola terjamin atau windows connectivity system.

General Manajer Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto mengatakan bahwa pada tahap pertama proyek tersebut menggandeng Terminal Petikemas Makasar, Berlian Jasa Terminal Indonesia dan perusahaan PT Meratus Line.

Saat ini ada dua kapal rute Surabaya-Makasar dan Makasar Surabaya. Renacanya, rute baru tersebut akan mencakup Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo I dan Pelabuhan Bitung yang dikelola Pelindo IV dan Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola Pelindo II.

Dalam kesempatan yang sama General Manajer Operation Meratus Line Rudy Supriadi mengatakan bahwa pemakaian integrasi sistem layanan petikemas tersebut akan membuat operasional kapal pengangkut petikemas bisa menjadi lebih efisien. Karena jadwal kapal bisa on schedule sehingga produktivitas bongkar muatnya bisa meningkat. “Ini sangat bagus, mengingat saat ini kegiatan bongkar muat petikemas domestik baik di Pelabuhan Surabaya dan Makasar terbilang cukup tinggi” jelas Rudy.

Sementara itu, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan,  adanya penerapan  windows connectivity, diharapkan waktu yang dibutuhkan kapal untuk menempuh perjalanan antar pelabuhan akan menjadi lebih cepat dan hal ini akan mampu menekan biaya logistik.

Dengan adanya sistem ini ditargetkan akan mampu menurunkan turn arraound voyage(TRV) dari semula sekitar 8 hari menjadi 6 hari. TRV adalah waktu yang dibutuhkan kapal untuk menempuh perjalanan dari Pelabuhan pertama menuju pelabuhan kedua dan kembali ke pelabuhan pertama kembali. Penandatanganan kerjasama sendiri  telah dilaksanakan pada 23 November 2015 bertempat di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Jika selama ini waktu yang dibutuhkan kapal dari Surabaya ke Makassar hingga kembali lagi ke Surabaya membutuhkan waktu 8 hari, maka dengan adanya sistem windows connectivity iniditargetkan dapat ditekan menjadi 6 hari,” terang Edi.

Lokasi Terminal yang disiapkan untuk melayani sistem windows connectivity di Pelabuhan Tanjung Perak diantaranya adalah Terminal Berlian dan Terminal Nilam, sedangkan pada Pelabuhan Makasar disiapkan di Terminal Petikemas Makassar.

Perusahaan pelayaran perdanayang akan menggunakan layanan ini adalah PT Meratus dengan waktu pelayanan setiap hari Rabu dan Sabtu, tentunya terbuka kesempatan bagi perusahaan pelayaran lain untuk mengikuti sistem ini.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan road map implementasi sistem windows connectivitydengan penekanan pada integrasi antar terminal, integrasi antar terminal dan pelayaran, sistem marketing, serta integrasi sistem secara nasional.

Konsep bisnis yang ada dalam sistem windows connectivity diantaranya kepastian jadwal kapal, lokasi bertambat dan jaminan kecepatan bongkar muat bagi kapal, memudahkan melakukan perencanaan bongkar muat dan perencanaan lapangan serta perencanaan alat bongkar muat, inter koneksi sistem menjamin integrasi dan akurasi data, kemudahan informasi bagi stake holder, mempercepat proses administrasi pelayanan petikemas.

“Surabaya-Makassar ini baru tahap pertama, nantinya juga akan dihubungkan dengan Belawan, dan Jakarta dan Bitung,” tandas Edi. (wh)