Pelindo III Dorong Industri Nasional Produksi Peralatan Bongkar Muat

Pelindo III Dorong Industri Nasional Produksi Peralatan Bongkar Muat

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) mendorong terciptanya industri peralatan bongkar muat nasional di Indonesia. Semangat itu muncul mengingat selama ini peralatan bongkat muat di pelabuhan masih harus didatangkan dari luar negeri. 

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto menyatakan, mayoritas peralatan bongkat muat di pelabuhan eksisting saat ini merupakan produksi luar negeri seperti Jerman, Finlandia, China, Jepang, dan beberapa negara lainnya.  Alat dimaksud berupa container crane (alat bongkat muat dari kapal ke darat dan sebaliknya), rubber tyred gantry (alat bongkat muat di lapangan penumpukan), dan beberapa peralatan angkat dan angkut lainnya.

“Kedua alat itu semuanya masih didatangkan dari luar negeri.  Jadi di pelabuhan-pelabuhan kita ini semuanya masih alat-alat produksi asing,” kata Djarwo di kantor pusat PT Len Industri (Persero), Selasa (26/8/2014).

Melihat realita tersebut, Pelindo III mendorong PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Len Industri (Persero) untuk dapat menciptakan industri alat bongkat muat kepelabuhanan nasional.  Sebagai langkah awal, ketiga BUMN itu telah melakukan penandatanganan kesepahaman untuk penyediaan peralatan bongkar muat produksi dalam negeri.

“Kita dorong Barata dan Len untuk mampu membuat peralatan bongkat muat untuk kegiatan di pelabuhan.  Tidak perlu yang besar-besar seperti containe crane, tapi kita mulai dulu dari rubber tyred gantry.  Kalau mereka mampu buat, Pelindo III yang pertama akan membeli alat tersebut,” terangnya.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menambahkan, kebutuhan peralatan bongkat muat yang digunakan di Pelabuhan pada wilayah Pelindo III cukup tinggi.  Salah satu pemicunya adalah adanya pengembangan fasilitas dan peralatan pelabuhan oleh PT Pelindo III di seluruh pelabuhan yang dikelolanya.

“Tren angkutan barang mulai bergeser dari barang jenis general cargo ke petikemas.  Hal itu menyebabkan setiap pelabuhan harus menyediakan peralatan bongkat muat untuk barang jenis petikemas” katanya.

Edi menerangkan, dalam dua tahun terakhir, Pelindo III telah melakukan investasi pengadaan puluhan alat bongkat muat pendukung kegiatan kepelabuhanan sebagai upaya memberikan pelayanan yang prima kepada customer serta dalam rangka turut mendorong kelancaran logistik nasional. Semua alat itu didatangkan dari luar negeri dengan biaya yang tidak sedikit.

Kesepahaman antara Pelindo III, Barata Indonesia, dan Len Industri diharapkan mampu memberikan alternatif pilihan alat bongkat muat kepelabuhanan yang digunakan di pelabuhan di Indonesia. 

Selain itu, diharapkan biaya yang digunakan untuk pembelian alat-alat jauh lebih terjangkau dari yang selama ini dikeluarkan oleh perusahaan. (wh)