Pelindo III Bidik Pinjaman Asing USD 290 Juta

Pelindo III Bidik Dana Asing USD 290 Juta

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III membidik pinjaman asing. Rencananya, Pelindo III menerbitkan surat utang atau obligasi global senilai USD 290 juta atau setara Rp 3,4 triliun (kurs USD1 sama dengan Rp 12.000).

Direktur Keuangan Pelindo III, Wahyu Suparyono mengungkapkan, dana yang ada dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi. Tambahan pinjaman asing ini sekitar 60 persen digunakan untuk pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong.

Wahyu mengungkapkan dana ini nantinya diharapkan terserap melalui global bond (obligasi global atau internasonal). “Tahun depan kita merencanakan menarik dana eksternal minimal USD 290 juta, dan saat ini tengah melakukan penjajagan dengan global bond,” kata Wahyu.

Pengalaman menggaet pinjaman asing sebesar Rp 1,5 triliun untuk investasi peralatan bongkar muat awal tahun ini menjadi dasar. Dengan dana sebesar itu, Pelindo III hanya mendapat bunga ringan sebesar 1,39 persen, atau jauh lebih rendah dibanding bunga bank dalam negeri. Tetapi Wahyu hanya menyebut hutang yang digaet nantinya mendapat bunga kompetitif.

Wahyu menjelaskan, rating perusahaan saat ini masuk kategori double A, atau prospek perusahaan cukup bagus. Double A atau capable ini diharapkan bisa menarik kreditor asing guna meminjamkan dananya ke perusahaan plat merah itu.

“Saat ini kita sedang menyiapkan tim, dan kemarin (19 Desember) sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)” lanjutnya.

Tim yang yang tengah dipersiapkan di antaranya, lembaga penunjang dan underwriter (penjamin emisi). Sebab untuk mendapat global bond, harus menyesuaikan dengan rating pasar internasional. Wahyu optimistis pada awal semester pertama nanti anggaran sudah bisa didapat.

Tahun ini Pelindo III menargetkan laba di atas Rp 1 triliun. Sementara investasi yang ditanamkan Rp 5,4 triliun. Investasi itu merupakan penyesuaian yang dilakukan Pelindo terhitung 4 Oktober, setelah pada awal tahun ini menginvestasikan Rp 6,1 triliun.

Anggaran yang dibidik Pelindo III ini murni untuk menambah investasi tahun lalu. “Sebagian memang ada carry over (sisa investasi tahun lalu). Tetapi tidak sepenuhnya. Misalnya pembangunan fly over (jembatan layang di Teluk Lamong) akan melibatkan sejumlah perusahaan BUMN,” tutupnya. (wh)