Pelindo III Bakal Terbitkan Obligasi USD 1 Miliar

Pelindo III Bakal Terbitkan Obligasi USD 1 Miliar
sumber foto: Humas Pelindo III

PT Pelabuhan Indonesia III akan menerbitkan surat utang global atau global bond yang ditargetkan mencapai 1 miliar dolar AS untuk pembiayaan penyelesaian Terminal Teluk Lamong hingga Tahap IV pada 2030 mendatang.

“Tahun ini masih ada dana dari surat utang kemarin, untuk tahun depan kita akan nambah lagi antara USD 500 juta hingga USD 1 miliar,” kata Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, dalam rilisnya, Rabu (20/5/2015).

Djarwo mengatakan penerbitan surat utang tersebut akan bertahap hingga Tahap IV dalam skema corporate loan (pinjaman perusahaan) bukan project loan (pinjaman proyek).

“Jadi, selama perjalanan pembangunan uangnya berawal dari Pelido III, kita refinancing dan berhasil menerbitkan global bond di pasar global,” ujarnya.

Pada September 2014 lalu, Pelindo III telah menerbitkan surat utang senilai USD 500 juta yang tersebar 40 persen di pasar Amerika, 30 di Eropa dan 30 Asia dengan bunga 4,87 persen.

“Sampai Tahap IV kita akan terus tambah lagi untuk menerbitkan surat utang secara bertahap dan pelibatan kita di pasar global ini juga untuk mengetes seberapa besar kepercayaan global terhadap Indonesia dan ternyata percaya, sampai 16 kali subscrib,” katanya.

Dia menjelaskan, pengembangan investasi Terminal Teluk Lamong akan dilaksanakan dalam empat tahap, Tahap I telah dilaksanakan sejak 2012 sampai 2014 dengan nilai investasi Rp 3,84 triliun.

Pengembangan tersebut, lanjutnya, antara lain meliputi dermaga peti kemas internasional seluas (500×50) meter persegi, dermaga peti kemas domestik seluas 450 x 30 meter pesegi, jembatan penghubung sepanjang (1.500 x 20) meter persegi), lapangan penumpukan seluas 23,86 hektar serta ship to shore (STS) Crane Internasional dua unit, STS Crane domestik tiga unit dan automated stacking crane (ASC) 10 unit.

Sedangkan, tambanya, untuk Tahap II dilaksanakan pada 2014 sampai 2016 dengan nilai investasi Rp 7 triliun, antara lain meliputi pembangunan dermaga curah kering seluas (2550 x 30) meter persegi, lapangan penumpukan, 15 unit pembangkit listrik, dua unit STS Crane International, tiga unit STS Crane Domestik, 10 automated stacking crane serta reklamasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pengembangan Tahap III akan dilaksanakan pada 2021 sampai 2023 dengan tambahan investasi sebesar Rp 5,7 triliun dan Tahap IV akan dilaksanakan penambahan kapasitas infrastruktur dan peralatan dengan tambahan investasi sebesar Rp 6,8 triliun. Sehingga total investasi pengembangan Terminal Multipurpose Teluk Lamong sampai dengan Tahap IV pada 2030 sebesar Rp 23,4 triliun.

Djarwo mengatakan perolehan dari penerbitan surat utang tersebut juga nantinya digunakan untuk pembiayaan pengembangan Pelabuhan Tanjung Mas, Banjarmasin, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Lembar, untuk mendukung kelancaran program pemerintah, yakni tol laut agar tidak mengandalkan Pelabuhan Tanjung Perak.  “Semua sedang dibangun, kita tambah alat dan fasilitas. Kita juga akan membangun pelabuhan baru di kawasan baru sedang kita proses perizinannya,” katanya.

Dalam hal ini, dia menjamin bahwa target waktu tunggu atau dwelling time di pelabuhan juga akan mencapai target, yakni 4,7 hari yang saat ini masih lima hari. (wh)