Pelindo III Bakal Bangun Dam Kalimas

Pelindo III Bakal Bangum Dam Kalimas

Tingginya sedimentasi di Kalimas dibutuhkan sarana untuk menghambat sampah yang menumpuk di muara sungai. Salah satu sarana yang dibutuhkan adalah dam atau pintu air yang berfungsi sebagai penyaring sampah.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak menilai dam merupakan sarana paling efektif untuk mengurangi sampah air. Pembangunan dam diharapkan bisa mereduksi sampah yang terseret arus hingga ke Kalimas. Hal ini memudahkan Pelindo III Cabang Tanjung Perak melakukan revitalisasi.

“Akan sangat membantu untuk me-maintenance arus dan kolam Kalimas. Dengan adanya dam, sampah yang terseret arus bisa tersaring,” jelas Humas Pelindo III Cabang Tanjung Perak Dhany Rahmat Agustian, Selasa (2/9/2014).

Tahun ini, Pelindo III Cabang Tanjung Perak telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk kade 900 hingga kade 1356. Proses revitalisasi ini telah berjalan untuk mendapatkan kedalaman -5 meter low water spring (LWS). Sementara kedalaman eksisiting sekitar -3 meter LWS akibat sedimentasi.

Rutinitas pendalaman atau pengerukan ini sudah dilakukan secara periodik. Terakhir pendalaman dilakukan pada tahun 2012 pada sisi utara dermaga. Dhany menyebutkan, pengerukan tahun ini dilakukan di sisi selatan atau berbatasan dengan Jembatan Petekan.

Pelindo III Tanjung Perak pernah melakukan pembicaraan dengan Pemkot Surabaya tentang perlunya dam. “Sampai sekarang belum ada realisasi, kapan pembangunan dilakukan,” ungkap dia.

Keberadaan tidak hanya membantu Pelindo sebagai operator terminal. “Pemkot Surabaya juga memiliki kepentingan untuk membuat konsep wisata bahari. Kebetulan long therm perusahaan juga tengah membangun konsep port tourism,” urai Dhany.

Dari sisi pendapatan, kontribusi Kalimas berkisar 6 persen atau setara dengan Rp 6,5 miliar pada tahun 2013 silam. Sedangkan tahun ini target dinaikkan menjadi Rp 6,7 miliar atau sekitar 3 persen kenaikannya.

Berdasarkan data yang disampaikan Pelindo Cabang Tanjung Perak, komoditi pada kuartal kedua tahun ini tercapai 315.787 ton. Dimana bag cargo yang mencapai 172.375 ton, disusul general cargo sebesar 134.365 ton. Sementara untuk binatang ternak (sapi) mencapai 6.111 ekor. (wh)