Pelemahan Saham Apple Pukul Wall Street

Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka melemah setelah saham (AAPL.O) terkoreksi tajam, akibat penurunan pendapatan pertama Apple dalam 13 tahun terakhir. Kekhawatiran investor mengenai kesehatan perusahaan, diimbangi dengan penantian kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve.

Sektor industri berat di indeks Nasdaq futures turun lebih dari 1 persen, terseret oleh hasil laporan keuangan yang mengecewakan. saham Apple turun 8 persen menjadi USD95,97 dalam perdagangan premarket, sementara saham Twitter (TWTR.N) turun 14,8 persen menjadi USD15,12. “Itu menjadi semacam pertanyaan bagi banyak orang, apakah benar pendapatan perusahaan secara keseluruhan adalah cukup kuat. Saya pikir itu akan memainkan kepercayaan diri,” kata kepala investasi Commonwealth Finance, Brad McMillan, seperti dilansir dari reuters, Rabu (27/4/2016).

Indeks S&P 500 dibuka turun 5 poin atau 0,24 persen, dengan 149.285 saham diperdagangkan, indeks Nasdaq turun 47,25 poin atau 1,06 persen dengan 27.352 saham diperdagangkan. Indeks Dow turun 38 poin atau 0,21 persen dengan 23.357 saham diperdagangkan.

Investor menunggu keputusan Fed, yang diharapkan tidak melakukan perubahan suku bunga, meskipun the Fed memberikan sinyal untuk mengetatkan kebijakan tahun ini. The Fed selanjutnya bertemu pada 14-15 Juni.

Sementara pasar tenaga kerja terus mendapatkan kekuatan, inflasi masih di bawah target 2 persen bank sentral dan data ekonomi yang bervariasi menjadi jalan untuk kenaikan suku bunga di masa mendatang. (oke)