Pelemahan Nilai Mata Uang Tak Selalu Negatif

Rupiah Diprediksi Terus Melemah Sampai Pertengahan 2015
Rupiah Diprediksi Terus Melemah Sampai Pertengahan 2015

Pelemahan nilai mata uang sekilas memang terlihat membawa dampak negatif. Tapi, jika dikelola dengan baik dan benar, bukan tidak mungkin menjadi sebuah keuntungan besar.

Lemahnya nilai mata uang bisa menjadi senjata ampuh mendorong perekonomia melalui dua cara. Pertama, lemahnya nilai mata uang membuat barang ekspor lebih murah, dan tentu saja menjadi lebih atraktif untuk asing. Kedua, barang impor akan menjadi lebih mahal dan tidak menarik bagi masyarakat. Dan akhirnya, mereka akan lebih memilih membeli produk lokal.

Artinya, pelemahan nilai mata uang akan menciptakan permintaan di dalam negeri dan membantu pertumbuhan ekonomi. “Mereka harus mendapatkan keuntungan dari perdagangan global,” sebut Cornell professor dan emerging market expert, Andrew Karolyi, dilansir dari CNN, Sabtu (5/9/2015).

Contohnya Brasil yang mengalami perlambatan (resesi) ekonomi.  Nilai mata uangnya, real sudah melemah 27 persen tahun ini. Tapi, di kuartal kedua, ekspor negara ini naik 7 persen, menurut Capital Economics. Hal ini membuktikan pelemahan mata uang tidak melulu menjadi sentimen negatif, tapi juga menjadi harapan. (oke)