Pelaku Usaha Harus Percaya Diri Ceritakan Produknya

Pelaku Usaha Harus Percaya Diri Ceritakan Produknya

Penyerahan Hadiah Voucher ADS Facebook Category Stories & Movement Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2019 di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Story telling sangat dibutuhkan untuk marketing. Beberapa perusahaan lokal sukses melakukannya hingga mampu bersaing dengan brand-brand luar negeri.

“Konsumen perlu digoda. Karena itu story telling menjadi penting,” kata Don Rozano, Advisor Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya, dalam acara Penyerahan Hadiah Voucher ADS Facebook Category Stories & Movement Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2019 di Kaza City Mall, Minggu (2/2/2020).

Don menuturkan, banyak produk sukses lantaran konsumen awalnya merasa tertarik dengan ceritanya. Padahal sebelumnya, mereka sama sekali tak mengetahui produk tersebut.

Don lantas mencontohkan brand Kopi Kenangan yang kini bisa bersaing dengan Starbucks. Meski pun brand lokal dan harganya jauh di bawah Starbucks, Kopi Kenangan saat ini dapat bersaing dengan brand internasional.

Menurut dia, pembuat Kopi Kenangan dapat mengangkat kearifan lokal. Di antaranya adalah tekstur kopi yang berbeda dengan Starbucks.

“Kopi kenangan punya tekstur kasar. Mirip kopi yang biasa dijual di warung kopi. Inilah yang jadi pembeda dengan Starbucks. Artinya, selera lokal dapat bersaing dengan internasional,” kupas dia.

“Makanya, pelaku usaha harus percaya menceritakan produknya,” imbuh Don.

Dalam kesempatan itu, Don menyarankan pelaku usaha tak pernah takut membuat kesalahan. Kuncinya belajar dari kesalahan tersebut. Untuk itu, pelaku usaha harus nmembuat perencanaan.

Dengan perencanaan, pelaku usaha tidak akan bingung dalam menjalankan bisnisnya. “Kalau salah ya coba lagi. Diperbaiki dan jangan pernah menyerah,” cetusnya .

Kisworo Agung Pambudi, mentor Digital Marketing Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya, berharap pelaku usaha dapat naik level. Perubahan yang dilakukan harus efektif dan memberikan dampak positif.

“Di 2017, 2018 dan 2019 mungkin usaha panjenangan berjalan. Namun, usaha ini harus lebih berkembang. Di antaranya menemukan sistem marketing, sistem manajemen usaha dan lain sebagainya,” ujarnya. (wh)