Pelaku Usaha Harus Bisa Manfaatkan Kemudahan Bayar Pajak

Pelaku Usaha Harus Bisa Manfaatkan Kemudahan Bayar Pajak

Tatiek Arvani, Tommy Wiryawan, Sunarko, dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan sekitar Rp 2,165 triliun dari pajak. Target tersebut didapat dari beberapa pajak. Di antaranya Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Cukai, Pajak Penghasilan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Biaya Masuk.

“Kendala yang dihadapi pemerintah saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih belum tinggi mengenai kewajiban membayar pajak. Kita harus tekankan kepada mereka, dengan membayar pajak, masyarakat dapat ikut membangun negera menjadi lebih baik,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Acara ini juga dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan & Pengolahan Dokumen Kanwil DJP Jatim 1 Tatiek Arvani, Kepala Subbag TU & Kepatuhan Internal KPP Pratama Surabaya Wonocolo Tommy Wiryawan, dan Kepala KPP Pratama Surabaya Wonocolo.

Menurut Kresnayana, jika berkaca dari negara-negara lain di ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan tarif pajak usaha tinggi, yakni 25 persen.

“Di negara di sekitar kita itu ada yang 15 persen, 17 persen dan 20 persen. Namun hal ini bakal berubah. Karena pemerintah sudah ada wacana menurunkan tarif pajak untuk usaha dalam waktu dekat,” ujar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Di sisi lain, tax ratio atau perbandingan persentase penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2019 ini diperkirakan sebesar 12,2 persen. Saat ini, pemerintah juga memangkas pajak untuk pelaku usaha kecil menengah. Dari 1 persen menjadi 0,5 persen per tahun untuk pelaku usaha kecil menengah dengan penghasilan di bawah Rp 4,5 miliar per tahun.

“Ini merupakan sebuah kemudahan yang harus dimanfaatkan,” cetus Kresnayana.

Kresnayana juga menjelaskan, saat ini masyarakat telah diberi banyak kebijakan yang memudahkan dalam membangun perekonomian, salah satunya  antaranya infrastruktur.

Kata dia, kewajiban membayar pajak ini juga harus disadari para pelaku usaha kecil menengah. Setelah usahanya jalan dan besar, mereka juga berkewajiban membayar pajak. Sekarang pendapatan mereka sudah mencapai Rp 10-20 juta per hari. Coba dihitung berapa uang yang bisa dikumpulkan dalam setahun.

“Mustinya dengan capaian tersebut, para pelaku usaha ini sadar mereka sudah waktunya membantu negara dengan membayar pajak. Toh uang itu juga akan digunakan untuk kepentingan membangun dan imbasnya bakal kembali ke mereka,” papar Kresnayana. (wh)