Pelaku UKM Harus Terapkan Manajemen Diferensiasi Ekonomi

Pelaku UKM Harus Terapkan Manajemen Diferensiasi Ekonomi
Pelatihan rutin yang dihelat Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Surabaya sebagai upaya untuk mendongkrak omset pelaku UKM. arya wiraraja/enciety.co

Manajemen diferensiasi ekonomi merupakan tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya. Dengan mengubah atau menambah satu unsur pelayanan atau lebih, usaha yang kita geluti dapat membedakan dirinya dari pesaing lainnya.

Menurut Agus Wahyudi, Humas Pahlawan Ekonomi Surabaya, kecerdasan finansial sangat dibutuhkan untuk menjalankan usaha kecil menengah (UKM).

“Kita banyak melihat para pelaku UKM Kota Surabaya tidak mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang dalam usaha yang mereka lakoni. Contohnya, peralatan produksi yang mereka gunakan akan mengalami penyusutan, sehingga kebanyakan dari mereka belum mempersiapkan anggaran terkait hal tersebut,” terangnya ketika ditemui disela acara pelatihan pelatihan Packaging dan Promotion di Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya, Rabu (19/8/2015).

Menurut dia, untuk memajukan UKM, mereka harus mulai mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka panjang tersebut,

Yudi, sapaan karibnya mengatakan, jika hal itu merupakan langkah besar yang jarang dipraktikkan oleh para pelaku UKM Surabaya. “Sebelumnya, untuk dapat berpikir jangka panjang, mereka harus disadarkan dengan pelatihan-pelatihan periodik yang kita lakukan. Dengan demikian mereka dapat mengembangkan usahanya ke level yang lebih tinggi lagi, mulai dari omzet hingga pasar nasional dan internasional,” urai dia.

Dia menambahkan, pelaku UKM harus lebih detail dalam menghitung finansial usahanya. “Contohnya, dari omzet usaha yang kita dapatkan, kita harus alokasikan sebagiannya untuk biaya operasional, biaya penyusutan, dan laba bersih,” paparnya.

Jika para pelaku UKM dapat menerapkan konsep managemen diferensiasi ekonomi tersebut, kedepan, pelaku UKM yang ada di Kota Surabaya telah siap berkompetisi dengan para pelaku usaha makro yang ada.

“Selain itu, dengan demikian mereka telah siap berkompetisi ke level usaha yang jauh lebih besar lagi, yakni persaingan ekonomi secara global yang dibawa oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tandasnya. (wh)