Pelajaran Juventus; Kesuksesan Tak Bisa Dibeli

juventus
Sukses Juventus melaju ke final Liga Champions musim ini patut dicontoh tim-tim kaya Eropa. Menurut Johan Cruyff, keberhasilan Bianconeri melaju ke final Liga Champions menunjukkan kesuksesan tidak bisa dibeli.

Sebagaimana diketahui, beberapa tim Eropa muncul menjadi klub kuat usai dibeli oleh pengusaha asal Timur Tengah. Ambil contoh Manchester City yang diambil alih pengusaha kaya asal Uni Emirat Arab pada 2008. Sementara Paris Saint-Germain (PSG) dimiliki taipan asal Qatar pada musim panas 2012. Hasilnya, kedua tim tersebut langsung menjadi kekuatan baru di kompetisi lokal dan Eropa.

Namun, kesuksesan mereka hanya sebatas di kompetisi domestik saja, tidak menular di ajang antarklub Eropa, semisal Liga Champions. Les Parisiens –julukan PSG– tiga musim berturut-turut terhenti di perempatfinal. The Citizens lebih parah lagi dengan selalu gagal di 16 besar pada dua musim terakhir.

Sedangkan Juventus bukan klub dari pemilik kaya raya layaknya City dan PSG, namun mereka lebih sukses dari keduanya dalam kurun empat tahun terakhir, baik di level domestik dan kontinental pada musim ini. “Sudah Jelas, Juventus sekali lagi menegaskan bahwa kesuksesan tidak bisa dibeli,” jelas Cruyff, Selasa (19/5/2015).

Perjuangan La Vecchia Signora dalam usahanya menjadi yang terbaik di Eropa akan berlangsung di Olympiastadion Berlin, Minggu 7 Juni 2015 dini hari WIB. Nantinya di laga puncak tersebut,Juventus akan dihadang salah satu tim terbaik dunia saat ini, Barcelona. (oke)