Pegadaian Tawarkan Investasi Emas buat UKM Surabaya

Pegadaian Tawarkan Investasi Emas buat UKM Surabaya

Teks : Hakim Setyawan, Deputy Business Pegadaian Area Surabaya I, dalam acara Digital Marketing & Financial Inclusion Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya, Rabu (31/5/2017). Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) harus pintar mengatur keuangan dan cara berinvestasi. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah tabungan investasi emas di Pegadaian.

Hakim Setyawan, Deputy Business Pegadaian Area Surabaya I, menjelaskan tabungan investasi emas yang ditawarkan oleh pegadaian tersebut sangat menguntungkan.

“Kami menggunakan sistem jual beli titip di Pegadaian dengan syarat dan ketentuan yang sangat mudah. Dengan kata lain, masyarakat atau para pelaku usaha dapat membeli atau berinvestasi emas dengan nilai minimum 0,01 gram atau mulai dengan modal Rp 5 ribu,” kata dia dalam acara Digital Marketing & Financial Inclusion Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya, Rabu (31/5/2017).

Hakim lalu menjelaskan, banyak keuntungan yang didapatkan mengikuti program tabungan investasi emas yang dikeluarkan oleh pihaknya itu. Di antaranya harga emas selalu naik dan tahan terhadap inflasi.

Untuk melayani masyarakat, Pegadaian memiliki 95 outlet pegadaian yang tersebar di seluruh Kota Surabaya. “Dengan outlet tersebut, kita bisa lebih mudah melayani masyarakat Surabaya,” tegas dia.

Hakim menegaksna, tabungan investasi emas yang dimiliki bukan sebatas jual beli titip. Masyarakat dapat mencetak tabungan emasnya tersebut menjadi sebuah emas batangan dengan ketentuan minimal 1 gram emas.

“Dengan memiliki tabungan investasi berupa emas, masyarakat dapat mempersiapkan permodalan bagi usahanya di kemudian hari. Selain itu, mereka juga dapat menyiapkan dana bagi dia dan usahanya ke depan,” kupas dia.

Kata Hakim, program tabungan investasi emas yang saat ini telah digagas oleh pihaknya itu dapat dikolaborasikan dengan program yang lain. Di antaranya program pegadaian arum haji dengan syarat minimal Rp 7 juta sebagai uang muka yang dapat disetorkan ke pegadaian dengan cara menggadaikan emas yang telah disimpan.

“Lantas, untuk kekurangan biaya yang mencapai Rp 25 juta dapat diangsur sampai dengan jatuh tempo berangkat haji,” jelas dia.

Melalui berbagai program yang digalakkan tersebut, Hakim dan pihaknya sangat berharap agar para pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitas atau program yang telah disediakan oleh pihaknya tersebut.

“Dengan mampu lebih mengatur keuangan antara menabung, berinvestasi dan menyiapkan modal usaha, para pelaku usaha ke depan dapat lebih baik dan makin maju,” tegasnya. (wh)